Nilai Perdagangan RI-Turki Ditargetkan USD3 Miliar

Senin, 8 Maret 2010 18:24 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Nilai perdagangan antara Indonesia dan Turki ditargetkan mencapai USD3 miliar pada 2011 dari nilai saat ini yang baru mencapai USD1,8 miliar.

“Turki ingin hubungan dagang kita dengan mereka, dua tahun lagi kalau bisa mencapai USD3 miliar dari sekarang sebesar USD1,8 miliar,“ kata Ketua Komite Tetap Kerjasama Timur Tengah, OKI, dan Eropa Fachri Thaib di Jakarta, Senin (8/3/2010).

Namun target tersebut, menurutnya, akan sulit dicapai apabila masalah kasus dumping belum bisa tuntas dalam waktu dekat ini.

“Pemerintah Indonesia harus arif dalam menyikapi permasalahan ini. Kalau tidak, jangankan USD3 miliar di 2011, USD1,8 miliar pun tidak akan tercapai. Tapi kalau dalam satu tahun ini selesai, maka, pada 2011 akan ada recovery perdagangan kita dengan Turki,” jelasnya.

Walaupun permasalahan dumping masih ada, namun Turki, menurut Fachri, masih tetap melihat Indonesia sebagai prospek yang besar untuk perdagangan.

“Waktu itu, delegasi mereka datang, sekarang, mereka menemui BPEN (Badan Pengembangan Ekspor Nasional), jadi ini pertanda baik, tapi kasus dumping harus segera diselesaikan, jangan dijadikan hambatan perdagangan,” tegas dia.

Sementara itu, terkait dengan kemungkinan Turki melakukan investasi langsung di Indonesia, menurut Fachri, dalam waktu dekat memang belum ada.

“Mereka investasi ke Indonesia banyak melalui perantara, seperti melalui saham Temastek. Kalau ingin investasi, mereka memilih kerja sama dengan industri dalam negeri, misalnya, mereka menjadi penyumbang dana atau menjadi quality control untuk barang-barang yang akan di ekspor ke Turki,” jelasnya. (Sandra Karina/Koran SI/ade)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit