Foto: AP
NEW YORK - Harga minyak kembali menguat hampir menyentuh level USD82 per barel, pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin (8/3/2010) waktu setempat, setelah memperpanjang kenaikannya dari minggu terakhir bulan lalu. Penguatan harga si emas hitam ini direspons positif sebagai tanda pemuliahan perekonomian global mungkin akan membaik.
Seperti dikutip dari Associated Press, Selasa (9/3/2010), di Eropa, harga patokan minyak untuk pengiriman April naik 43 sen dolar Amerika menjadi USD81,93 per barel di perdagangan elektronik New York Mercantile Exchange (Nymex). Awal sesi, harga minyak memuncak ke USD82,41 per barel.
Investor merespons data Departemen Tenaga Kerja terkait laporan pekerjaan bulan Februari Jumat, yang menunjukkan perekonomian AS mengalami penurunan menjadi 36 ribu.
Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 498 ribu. Laporan pada hari Jumat diperkirakan menunjukkan bahwa pengangguran naik menjadi 9,8 persen dari 9,7 persen pada Januari karena adanya pemangkasan sebanyak 50 ribu pekerja yang dilakukan perusahaan.
Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average yang menguat 1,2 persen pada Jumat pekan lalu menjadi pendongkrak harga minyak. Beberapa analis, mengatakan bahwa kenaikan harga saat ini didorong oleh faktor-faktor teknis seperti investor 'posisi di pasar, bukan kenaikan riil konsumsi minyak.
Sekadar mengingatkan, harga minyak kembali menguat mendekati level USD82 per barel di Asia. Penguatan tersebut, direspons positif sejumlah investor sebagai tanda pemulihan perekonomian global yang kian membaik.
Benchmark crude untuk pengiriman April naik 45 sen dolar Amerika menjadi USD81,95 per barel pada tengah hari perdagangan, waktu Singapura di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange (Nymex). Sedangkan di London, harga minyak jenis Brent naik 48 sen dolar Amerika ke posisi USD80,37 di bursa berjangka ICE. (css)