Topang Euro, Eropa Bikin Dana Penyelamatan Keuangan

Ade Hapsari Lestarini - Okezone
Selasa, 9 Maret 2010 11:05 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
BRUSSELS - Eropa akan menyediakan dana penyelamatan keuangan, yang dirancang untuk menopang mata uang euro. Hal ini dilakukan guna menjaga utang yang dimiliki negara-negara anggota zona euro tidak mandek seperti utang Yunani yang memicu kekacauan pasar.

Namun demikian, rencana Jerman ini mendapat rintangan dari Bank Sentral Eropa di mana para ekonom telah memperingatkan bahwa dana seperti itu akan menciptakan "insentif yang salah". Prancis pun membantah hal tersebut bila dana penyelamatan ini perlu bertahun-tahun untuk diatur.

Komisi Eropa mengatakan, akan menyerahkan proposalnya pada Selasa waktu setempat untuk menciptakan "Eropa" dalam versi Dana Moneter Internasional (IMF). "Saya menemukan ide yang baik dan menarik," kata Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin, seperti dilansir dari AFP, Selasa (9/3/2010).

Jerman tercatat sebagai ekonomi terbesar di Eropa dan merupakan satu negara yang tengah kehilangan kepercayaan lagi, di kala mata uang euro melemah. Tapi pemerintah enggan untuk membuat kesal para pembayar pajak nasional.

Selain itu, negara-negara anggota Uni Eropa sendiri telah berbeda pendapat mengenai seberapa jauh dalam mendorong Presiden Prancis Nicolas Sarkozy yang menyatakan keinginannya agar Eropa menjadi "ekonomi pemerintah".

Namun secara politik juga ingin dipastikan adanya penekanan lebih besar atas investasi melalui dana tersebut seperti untuk menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Adapun para analis memperingatkan rencana tentatif baru ini dapat memicu resesi. Merkel sendiri mengakui banyaknya pertanyaan seputar dana penyelamatan ini harus diatasi, tidak sedikit yang bertanya seperti "siapa yang akan membayar ke dalamnya" dan "bagaimana menjadi independen."

Dia mengatakan, Uni Eropa akan memerlukan perjanjian baru di antara 27 negara anggota sebagai sebuah prospek yang menakutkan mengingat tahun-tahun yang diperlukan untuk meratifikasi Perjanjian Lisbon, yang mulai berlaku kurang dari 100 hari yang lalu.

Di samping itu, dia menekankan, krisis fiskal Yunani menunjukkan bahwa 16 negara memiliki kebutuhan akan instrumen euro yang baru. Utang ini melumpuhkan Athena, dan memaksa dilakukannya langkah-langkah penghematan yang radikal pada pemerintah Sosialis Yunani hingga memicu pemogokan dan aksi protes dengan kekerasan di Athena.

Namun, Yunani tidak sendirian. Portugal juga akan memotong anggaran, menunda investasi, dan menjual aset negara untuk memperbaiki keuangan negara mereka. Sayangnya, Uni Eropa saat ini hanya dapat memberikan pinjaman darurat seperti ke negara non-anggota UE, seperti yang terlihat tahun lalu untuk Hungaria, Latvia, dan Rumania. (ade)
TWITTER »
twit