Foto: Koran SI
JAKARTA - Kalangan pengusaha masih meragukan membaiknya iklim investasi Indonesia. Pasalnya, masih banyak kebijakan pemerintah yang dinilai tumpang tindih sehingga kerap merugikan dunia usaha.
“Terlalu banyak hukum dan kebijakan pemerintah yang overlapping, bahkan saling bertentangan. Sehingga lagi-lagi para pengusaha dibuat rugi oleh kebijakan-kebijakan itu,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi di Jakarta kemarin. Dia mencontohkan Undang- Undang (UU) Ketenagakerjaan.
Akibatnya, kalangan pengusaha akan menunda pelaksanaan investasinya sambil menunggu perkembangan terkini terhadap peraturan dan kebijakan tersebut. “Sekarang, banyak orang yang ragu-ragu melakukan investasi di Indonesia. Jadi, sekali lagi kami meragukan iklim investasi Indonesia yang disebut-sebut membaik oleh pemerintah,” cetusnya.
Karena itu,lanjut dia,jika tidak segera diselesaikan kebijakan yang tumpang tindih tersebut,akan sulit bagi pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonominya. “Jadi yang tumbuh hanya perusahaan- perusahaan yang sudah eksis saja, dan tidak akan ada lagi perusahaan yang berani melakukan ekspansi besar-besaran di dalam negeri. Karena, pengusaha akhirnya tidak mau lagi berinvestasi di Indonesia,” katanya.
Senada dengannya, Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Hubungan Antardaerah Herman Heru Suprobo mengatakan, akibat tidak adanya kepastian hukum dan rasa aman dalam berinvestasi, bisa dipastikan kalangan pengusaha akan was-was. Direktur Eksekutif Indef Ahmad Erani Yustika menilai, persoalan tumpang tindih kebijakan di Indonesia saat ini sudah sangat serius. Bahkan, lanjut dia, program antardepartemen pun saling tumpang tindih sehingga efektivitas pemanfaatan APBN diragukan. (Bernadette Lilia Nova)
(//css)