Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Nampaknya obligasi rupiah senilai Rp2 triliun PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) bakal ditangani (penjamin emisi/underwriter) oleh tiga perusahaan sekuritas BUMN.
"Ada tiga perusahaan sekuritas BUMN yang sudah masuk (short list), mungkin saja tiga-tiganya kita ambil," kata Direktur Utama TLKM Rinaldi Firmansyah disela acara Forum Pertemuan Menteri BUMN dan KKP dengan Komisaris Utama, Direktur Utama dan Sekretaris Perusahaan BUMN bertajuk Setting Ekonomi Politik BUMN, di Kantor Pusat Telkom, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (9/3/2010).
Dijelaskannya, dana dari obligasi tersebut tidak akan dipergunakan untuk membayar utang perseroan. Rinaldi mengatakan dana obligasi sebesar Rp2 triliun tersebut akan dipergunakan untuk obligasi. "Obligasi untuk investasi," tambahnya.
Dengan obligasi tersebut, maka akan mendukung pengurangan utang perseroan. Rinaldi sebelumnya mengisyarakan jika utang perseroan pada akhir 2009 tinggal sebesar Rp10 triliun.
Dia mengungkapkan bila jumlah utangnya dalam mata uang asing (USD dan yen) sudah berkurang drastis menjadi sebesar Rp5 triliun, turun dari tiga tahun lalu yang sebesar Rp75 triliun. "Dan komposisi utang valas dan utang rupiah kita itu 50-50," imbuh dia. (ade)