Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dana Hibah ke Daerah Ditargetkan Rp7,3 Triliun

Andina Meryani , Jurnalis-Rabu, 10 Maret 2010 |17:10 WIB
Dana Hibah ke Daerah Ditargetkan Rp7,3 Triliun
Foto: Heru Haryono/Okezone.com
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah menargetkan pengalokasian dana hibah ke daerah sebesar Rp7,3 triliun dalam RAPBN-P 2010.

Sebelumnya, pemerintah tidak secara khusus mengalokasikan dana hibah untuk daerah dalam APBN 2010 karena sejumlah belanja daerah tercecer dalam beberapa pos belanja daerah.

Menurut Dirjen Perimbangan Kementerian Keuangan Mardiasmo menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan dana hibah yang ada dianggap tidak tepat kalau masuk sebagai belanja pemerintah pusat.

"Dana hibah untuk daerah akan dialokasikan dalam APBN-P 2010," ujarnya di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (10/3/2010).

Menurutnya, pada awalnya pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp7,1 triliun untuk belanja pemerintah pusat, namun setelah didalami dana sebesar Rp7,1 triliun lebih cocok untuk hibah pemerintah daerah.

Sedangkan tambahan Rp200 miliar berasal dari relokasi hibah untuk MRT dari belanja Pemerintah Pusat Rp34,4 miliar, relokasi hibah program basic education (L-BEC) Rp57,6 miliar, peluncuran hibah program L-BEC 2009 ke 2010 Rp22,5 miliar dan hibah baru pada 2010 Rp128,8 miliar.

"Ini sudah di voting, dalam APBN-P yang ditransfer Rp 7,1 triliun hanya untuk pindah ruang dari mulanya belanja pemerintah pusat sekarang menjadi belanja daerah," jelasnya.

Dalam dokumen RAPBN-P 2010 tercatat transfer ke daerah nilainya direncanakan naik Rp11,8 triliun menjadi Rp334,3 triliun dibanding alokasi anggaran dalam APBN 2010 yang mulanya hanya Rp322,4 triliun.

Pembagian dari alokasi dana sebesar itu sebanyak Rp310,5 triliun ditransfer dalam bentuk dana perimbangan, sebesar Rp16,4 triliun berupa dana otonomi khusus dan penyesuaian dan sebesar Rp7,3 triliun adalah hibah ke daerah.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement