Foto: Corbis
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatatkan dominasi 10 produk utama dalam ekspor nonmigas semakin berkurang. Sebaliknya, persentase produk lainnya mengalami kenaikan.
Namun demikian, ada delapan produk ekspor utama yang tercatat mengalami penurunan tajam periode 2009.
"Terdapat delapan dari 10 produk utama kita yang mengalami penurunan cukup bervariatif," ujar Wakil Menteri Perdagangan RI Mahendra Siregar, saat ditemui wartawan, dalam konperensi pers mengenai perkembangan ekspor impor di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Kesepuluh produk utama yang berkurang nilai ekspornya selama 2009 yaitu, kopi turun 16,9 persen menjadi USD824 juta, jika dibandingkan periode sebelumnya sebesar USD991 juta.
Kakao yang berhasil naik 10,9 persen menjadi USD1,339 miliar, jika dibandingkan periode sebelumnya sebesar USD1,207 miliar, udang turun 21,1 persen menjadi USD845 juta, jika dibandingkan periode sebelumnya sebesar USD1,071 miliar.
Automotif turun 36,8 persen menjadi USD1,725 miliar, jika dibandingkan periode sebelumnya sebesar USD2,730 juta miliar, dan alas kaki yang turun 7,9 persen menjadi USD1,736 miliar, jika dibandingkan periode sebelumnya sebesar USD2.730 juta.
Selain itu, produk hasil hutan selama 2009 yang turun 20,1 persen menjadi USD6,679 miliar, jika dibandingkan periode sebelumnya sebesar USD6,364 miliar, serta sawit yang turun 16,2 persen menjadi USD10,368 miliar jika dibandingkan periode sebelumnya sebesar USD12,376 miliar.
Karet dan produk karet yang turun 35,7 persen menjadi USD4,913 miliar, jika dibandingkan periode sebelumnya sebesar USD7,637 miliar, elektronik yang naik tipis 0,4 persen menjadi USD8,677 miliar, jika dibandingkan periode sebelumnya sebesar USD8,641 miliar, dan TPT yang turun 8,7 persen menjadi USD9,264 miliar, jika dibandingkan periode sebelumnya sebesar USD10,145 miliar.
Dijelaskannya, produk sawit, TPT dan elektronik masih mendominasi 10 produk utama. Dominasi produk sawit dalam ekspor nonmigas terlihat mulai 2008, menggeser posisi TPT dan elektronik.
"Memang hanya dua produk yang tetap tumbuh yakni kakao dan elektronik saja," pungkasnya.
(css)