Foto: Koran SI
JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan menginjeksi modal ke PT Bank Syariah Mandiri (BSM) sebesar Rp300 miliar. Rencananya dana dari pemegang saham mayoritas BSM itu akan dialokasikan untuk memperkuat modal perseroan.
"Pemegang saham mayoritas (Bank Mandiri) masih berkomitmen untuk menginjeksi modal kepada kami. Rencananya akan disuntikkan pada kuartal IV/2010 ini," jelas Direktur Utama BSM Yuslam Fauzi selepas MoU AXA Mandiri dengan BSM, di kantor BSM Kebon Sirih Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Hingga Januari 2010, total aset BSM naik 3,5 persen menjadi Rp22,8 triliun dari posisi Desember 2009 sebesar Rp22,03 triliun. Total dana pihak ketiga (DPK) naik 4,3 persen menjadi sebesar Rp20,17 triliun dari Rp19,33 triliun.
Sementara total pembiayaan BSM naik 1,4 persen menjadi Rp16,25 triliun dari Rp16,02 triliun. BSM pun masih memimpin pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia per Januari 2010 dengan indikator aset 33,82 persen, pembiayaan 34,48 persen dan DPK 37,93 persen.
"Tahun ini kami menargetkan pertumbuhan sebesar 25-30 persen di semua lini baik pertumbuhan aset, DPK hingga pembiayaan," tambahnya.
Dengan ekspansi tersebut, automatis akan menyebabkan rasio kecukupan modal perseroan (CAR) berkurang. Per Januari 2010, CAR perseroan berada di level 13,19 persen, naik dari posisi per Desember 2009 sebesar 12,39 persen.
Dengan ekspansi pembiayaan sebesar 25-30 persen di tahun ini, lanjut Yuslam, CAR perseroan akan tergerus hingga di level 11 persen. Meski masih jauh dari ketentuan CAR dari regulator, pihaknya akan meminta persetujuan pemegang saham mayoritas untuk menyuntikkan dananya di akhir tahun nanti.
"CAR perseroan saat ini di level 13,19 persen. Jika ada ekspansi 25-30 persen, maka CAR akan tergerus di level 11 persen. Automatis kami meminta suntikan modal dari pemegang saham untuk menjaga CAR berada di level 12 persen," pungkasnya.
(Didik Purwanto/Koran SI/ade)