Dokumen Partai Demokrat
JAKARTA - Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengatakan, adanya kemungkinan mengimpor gas, terkait defisit gas industri sebesar 20 persen.
"Kalau pun gas masih kurang dan ada harga yang bagus, maka impor itu dimungkinkan, yang penting target nasional harus tercapai," ungkap Darwin, usai acara donor darah, di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Menurutnya, defisit yang terjadi saat ini, dikarenakan sejak lama pemerintah Indonesia sudah terikat pada kontrak-kontrak 20 tahun atau 25 tahun, namun dia mengatakan, kontrak-kontrak tersebut bukanlah sebuah kesalahan dimasa lalu. "Karena masa lalu, kebutuhan akan gas tidak banyak," tuturnya.
Kalaupun, jelasnya, jika ingin mengembangkan sendiri, pemerintah belum bisa menyanggupinya, dan masih butuh partner. Partner ini mau mengembangkan kalau ada kepastian pasar. "Kepastian pasar itulah yang sampai sekarang masih berlanjut," katanya.
Darwin mengatakan, untuk itu pihaknya akan memperketat pemetaan supply and demand serta memperketat putusan-putusan prioritas mana yang akan didahulukan. "Kita perlu jaminan pasokan energi, pupuk, dan juga target-target untuk peningkatan pertumbuhan guna menyerap tenaga pengangguran," pungkasnya.
(css)