Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertumbuhan Industri dalam RPJM Ditargetkan Capai 6,79%

Sandra Karina , Jurnalis-Rabu, 10 Maret 2010 |17:59 WIB
Pertumbuhan Industri dalam RPJM Ditargetkan Capai 6,79%
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri manufaktur dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) selama periode 2010-2014 mencapai 6,79 persen per tahun.

Target tersebut, lebih rendah dibandingkan dengan RPJM periode 2004-2009 yang sebesar 8,15 persen. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Dedi Mulyadi menjelaskan, target tersebut telah disesuaikan dengan kondisi perekonomian Indonesia selama lima tahun mendatang.

“Di dalam RPJM sebelumnya, target pertumbuhan industri sangat tinggi karena dampak krisis ekonomi global tidak dihitung. Pemerintah hanya lihat dari kestabilan makroekonomi nasional,” jelas dia, di Jakarta, Rabu (10/3/2010).

Sementara itu, kontribusi industri pengolahan nonmigas, menurut Dedi, ditargetkan meningkat dari 23,53 persen pada 2010 menjadi 25,11 persen pada 2014.

"Berarti, PDB industri, dihitung berdasarkan pertumbuhan industri skala, kecil, menengah dan besar dalam RPJM tersebut meningkat dari Rp5.867,65 triliun menjadi Rp7.633,67 triliun," ujar dia.

Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Kemenperin, lanjutnya, pertumbuhan industri tersebut akan didongrak oleh cabang industri makanan minuman (mamin), tembakau, industri alat angkut mesin dan peralatan serta pupuk kimia dan barang karet.

"Sepanjang lima tahun mendatang, industri mamin dan tembakau akan tumbuh sebesar 8,4 persen per tahun. Sementara, industri alat angkut mesin dan peralatan adalah 7,34 persen per tahun, sedangkan pupuk kimia dan barang dari karet 6,3 persen per tahun," tukas Dedi.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement