Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Sikapi Kebijakan Uni Eropa Terhadap Produknya

Sandra Karina , Jurnalis-Rabu, 10 Maret 2010 |20:32 WIB
RI Sikapi Kebijakan Uni Eropa Terhadap Produknya
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Indonesia akan menyikapi kebijakan dari Uni Eropa (UE) terkait  produk-produk Indonesia seperti CPO dan tekstil dan produk tekstil (TPT) yang didiskriminasi di pasar Eropa.

"Kita akan mengklarifikasi. Kalau memang diskriminasi, maka harus dibawa ke WTO," kata Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar di Jakarta, Rabu (10/3/2010).

Sebelumnya, peraturan Uni Eropa Registration, Evaluation, Authorizationand Restriction of Chemical (REACH) dikhawatirkan dapat menghambat ekspor produk Indonesia ke kawasan tersebut. Pasalnya, peraturan tersebut mewajibkan setiap produk melaporkan identifikasi kandungan bahan kimia pada saat pendaftaran izin edar masuk pasar Eropa. Sementara itu, industri nasional dinilai belum siap dengan implementasi peraturan itu.

Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Alexander Barus mengatakan, pihaknya telah mensosialisasikan REACH kepada 522 perusahaan. Namun, kata dia, hanya sekira 42 persen yang siap, sedangkan sisanya belum siap menghadapai REACH.

Dia menambahkan, sektor yang siap menghadapi REACH adalah industri mesin elektrik, sedangkan sektor usaha kecil dan menengah termasuk tidak siap dengan akan hal itu.

Sementara itu, Direktur Ekspor Hasil Industri dan Pertamangan Kementerian Perdagangan Albert Tubogu mengatakan, REACH menjadi bukti tanggung jawab importir produk yang masuk ke Eropa.

“REACH merupakan hambatan nontarif yang diterapkan oleh Uni Eropa dan berpotensi menghambat ekspor Indonesia ke Eropa. Tapi, tidak hanya ke Eropa, sebab negara-negara lain seperti Jepang, Amerika Serikat, dan China juga menerapkan aturan serupa. Untuk itu, perlu dibentuk segera sebuah tim help desk menghadapi REACH ini. Anggota tim itu mewakili Kadin, asosiasi, dan pemerintah,” kata Alberth.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement