Foto: Corbis
NEW YORK - Harga minyak berhasil bertahan di atas USD82 per barel, pada penutupan perdagangan Rabu (11/3/2010) waktu setempat, setelah sempat menembus level USD83 per barel.
Kenaikan harga si emas hitam inin mengikuti laporan pemerintah yang menunjukkan pasokan minyak mentah Amerika Serikat (AS) tidak tumbuh seperti diharapkan sejumlah analis minggu lalu.
Seperti dikutip dari Associated Press, Kamis (11/3/2010), harga minyak mentah untuk pengiriman April naik 60 sen dolar Amerika menjadi USD82,09 di New York Mercantile Exchange (Nymex). Sedangkan di London, Brent crude naik 57 sen untuk menetap di $ 80,48 di bursa berjangka ICE.
Administrasi Informasi Energi mengatakan persediaan minyak mentah pekan lalu tumbuh hingga 1,4 juta barrel menjadi 343 juta barel. Analis mengharapkan dapat bertambah menjadi 2,1 juta barel, menurut sebuah survei oleh Platts, McGraw-Hill Cos.
"Tidak ada yang inheren dalam laporan untuk membeli harga si emas hitam di leve USD83 per barel," ujar analis dan pedagang minyak Stephen Schork. Dia memperingatkan terhadap pergerakan harga minyak selama satu pekan lalu, terfokus pada data yang sesungguhnya.
Sementara itu OPEC mengatakan permintaan minyak dunia harus tumbuh dengan 900 ribu barel per hari tahun ini, di atas revisi dari perkiraan bulan lalu. OPEC mengatakan perkiraan tergantung pada ekonomi global yang berkelanjutan rebound, khususnya di Amerika Serikat
Sementara harga minyak meningkat sekira 17 persen sejak awal bulan lalu, permintaan minyak mentah di AS, konsumen terbesar di dunia minyak, telah tetap lamban.
(css)