Getting time...

Inflasi China Terus Meningkat

Ade Hapsari Lestarini - Okezone
Kamis, 11 Maret 2010 10:33 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
BEIJING - China melansir bahwa indeks harga konsumen negaranya naik pada Februari untuk empat bulan terakhir ini. Selain itu, pinjaman baru melambat tajam dari bulan sebelumnya, ini dikarenakan pemerintah meningkatkan upaya untuk menjinakkan inflasi yang terus naik.

Biro Statistik Nasional China mengungkapkan bila indeks harga konsumen sebagai ukuran utama inflasi tercatat naik 2,7 persen pada Februari dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya.

"Kami percaya tahun ini harga akan naik ringan dan bisa dikontrol sehingga kita harus menyetabilkan ekspektasi inflasi," kata juru bicara Biro Statistik Nasional China, Sheng Laiyun dalam konferensi persnya, seperti dilansir dari AFP, Kamis (11/3/2010).

Ditambahkannya, apabila dilihat dari situasi saat ini, adanya investasi, konsumsi dan perdagangan luar negeri yang lebih terkoordinasi membuat ekonomi tidak menampakkan hal-hal yang membuat panas.

Inflasi terakselerasi dari Januari, ketika tercatat meningkat 1,5 persen, sebagian karena liburan Tahun Baru Imlek di mana perayaan tersebut membuat disebebkan oleh makanan, alkohol, rokok, dan pembelian hadiah yang jatuh pada Februari tahun ini. Adapun pada tahun lalu, hari libur jatuh pada Januari.

Dalam dua bulan pertama tahun ini, harga konsumen meningkat sebesar 2,1 persen dari periode yang sama di 2009. Pemerintah China melihat belanja konsumen sebagai faktor kunci dalam meningkatkan perekonomian seperti mencoba untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor dan investasi untuk mendorong pertumbuhan.

Dalam minggu terakhir, pejabat senior China pun telah berhati-hati untuk meredakan kekhawatiran tentang inflasi, di mana ketua komisi peraturan perbankan dan mengatakan tidak mungkin bila kenaikan harga akan lebih dari moderat. "Jangan terlalu panik atau takut tentang inflasi," tambahnya.

Sebagai informasi, data resmi menunjukkan bila pinjaman baru untuk China mencapai 700,1 miliar yuan (USD102,57 miliar) pada bulan lalu, dibandingkan pada Januari sebesar 1,39 triliun yuan.

Sementara untuk industrial output, yang menunjukkan aktivitas dalam jutaan pabrik dan lokakarya di seluruh negeri, meningkat 20,7 persen pada tahun di dua bulan pertama 2010. Sedangkan untuk penjualan ritel yang merupakan ukuran utama belanja konsumen, meningkat 17,9 persen pada periode Januari-Februari menjadi 2,5 triliun yuan.

Selain itu, aset tetap investasi di daerah perkotaan meningkat 26,6 persen menjadi 1,3 triliun yuan dalam dua bulan pertama, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. (ade)
TWITTER »
twit