Getting time...

Bos Djarum & CT Raih Gelar WNI Terkaya di Dunia

Candra Setya Santoso - Okezone
Kamis, 11 Maret 2010 10:34 wib
Michael Hartono, Robert Budi Hartono dan Chairul Tanjung. (Foto: Ist)
Michael Hartono, Robert Budi Hartono dan Chairul Tanjung. (Foto: Ist)
JAKARTA - Pemilik Grup Djarum, Robert Budi Hartono dan Michael Hartono kembali menjadi orang Indonesia terkaya di dunia versi Majalah Forbes.

Data orang terkaya 2010 Majalah Forbes, kekayaan keluarga Hartono ini mencapai USD7 miliar atau Rp64,33 triliun Rp9.190 per (USD)

Nilai kekayaan dua kakak beradik itu, berasal dari perusahaan rokok kretek terbesar kedua di Indonesia, Djarum. Michael memiliki 49 persen dari perusahaan, sementara Budi, juga seorang miliarder yang memiliki saham 51 persen.

Djarum adalah rokok kretek merek terlaris di Amerika Serikat (AS), sebelum dilarang lembaga AS yakni Food and Drug Administration (FDA) melarang pada 2009. Kendati demikian, larangan tersebut tidak berdampak besar pada penjualan atau keberuntungan mengingat bahwa sebagian besar berasal dari pasar Indonesia.

Selain Grup Djarum, keduanya merupakan pemegang saham terbesar saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan pemilik sejumlah mal mewah, termasuk Grand Indonesia.

Posisi kedua terkaya ditempati pengusaha kelapa sawit dan salah satu pemilik raksasa usaha agribisnis, Wilmar Internasional, yakni Martua Sitorus (Terkaya nomor 316). Kekayaan Martua yang berdomisili di Singapura ini mencapai USD3 miliar.

Di posisi ketiga terdapat nama, Peter Sondakh (Terkaya nomor 437) yang berada di peringkat 437 atau naik dari level 962 tahun lalu dengan kekayaan USD2,2 miliar atau sekira Rp20,21 triliun. Menurut Forbes, di bawah kepak sayap Grup Rajawali, Peter mengendalikan sejumlah bisnis. Antara lain Express Group (operator taksi terbesar kedua di Tanah Air), serta beberapa proyek properti.

September tahun lalu Peter membuka Hotel St Regis di Bali. Dia juga memiliki rumah peristirahatan di kawasan elite Beverly Hills, AS, yang berdekatan dengan kediaman para pesohor Amerika. Misalnya, aktor Denzel Washington dan penyanyi gaek Rod Stewart.

Selanjutnya, di tempat keempat terdapat nama pengusaha nasional Sukanto Tanoto (Terkaya nomor 536), pendiri Grup Radja Garuda Mas (RGM), dalam memekarkan bisnisnya, terutama bidang usaha pulp dan kertas yang berhasil membukukan kekayaan sebesar USD1,9 miliar atau setara Rp17,46 triliun.

Langkah ekspansi tersebut, baik di dalam dan luar negeri, tidak dengan serta merta. Namun Sukanto memperhitungkannya dengan matang, karena adanya peluang yang terbuka lebar. Itu pun dilakukan setelah dia berhasil membangun dan membesarkan industri berbasis kehutanan di Sumatra, yakni pabrik bubur kertas (pulp) dan rayon PT Toba Pulp Lestari Tbk di Porsea, Sumatra Utara dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pelalawan, Provinsi Riau.

Pria kelahiran Belawan, Sumatera Utara, 25 Desember 1949 yang bernama asli Tan Kang Hoo ini melebarkan sayap bisnisnya ke Amerika Latin. Melalui Sateri International, taipan papan atas Indonesia ini membenamkan investasi USD400 juta di Bahia Pulp, sebuah pabrik pulp di Brasil.

Sukanto dengan bendera RGM International juga berencana menanamkan investasi di China senilai USD6 miliar hingga 2010. Sejak 2002 hingga 2005, RGM telah merealisasikan investasi di China hingga mencapai USD3,5 miliar.

Selain bidang pulp dan kertas, Sukanto merambah pula industri minyak kelapa sawit (Asian Agro Group), properti, konstruksi, pertambangan, dan energi. Ia tercatat sebagai pengusaha yang sukses berinvestasi di lebih 10 negara.

Selanjutnya, terdapat pendatang baru di daftar kali ini adalah Low Tuck Kwong (Terkaya nomor 828) yang sukses melakulan go public atas perusahaannya PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Sosok Low Tuck kwong dikenal sebagai seoroang yang pekerja keras untuk perusahaan konstruksi di Singapura sejak usia 20 tahunan. Pindah ke Indonesia pada tahun 1972 untuk kesempatan yang lebih baik. Makmur sebagai kontraktor bangunan, setelah beralih pindah ke pertambangan batubara.

Dia membeli perusahaan tambang pertama pada 1997, setalah lima tahun menjadi warga negara Indonesia. Dia juga memiliki saham besar di Singapura-terdaftar Manhattan Resources. Dirinya penyayang binatang memiliki kebun binatang di Kalimantan dengan owa, beruang madu, lusinan burung merak dan reahabilitasi orangutan.

Nama Chairul Tanjung (Terkaya nomor 937) juga melejit menjadi salah satu orang terkaya dunia asal Indonesia. Menurut majalah Forbes yang terbit pekan ini, Chairul Tanjung berada di urutan ke 937 dunia dengan total kekayaan USD1 miliar. Pria berusia 47 tahun ini dikenal sebagai pemilik Grup Para. Pria ini menikah dengan dua anak.

Melalui Grup Para, Chairul menjalankan berbagai bisnis mulai dari jaringan televisi, TransTV dan Trans7, industri keuangan melalui Bank Mega dan Mega Capital, serta bisnis retail seperti Baskin Robbins, Prada dan lainnya. (rhs)
(mbs)
  • putu gajah surya » 0 Tanggapan
    semiskin-miskinnya mereka masih banyak rakyat yg miskin,sekaya kayanya mereka semua karena karma dan usaha yg telah dijalani:) wahhh.....jadi bahagia itu murah yang susah itu jadi kaya
    Beri Tanggapan Laporkan
  • roy » 0 Tanggapan
    di rek ku ada 500 ribu rupiah. aku urutan berapa yah????? mohon di infokan, trims sebelumnya...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit