Paket Stimulus Penggangguran USD149 M Diloloskan

Candra Setya Santoso - Okezone
Kamis, 11 Maret 2010 14:44 wib
Foto: Reuters
Foto: Reuters
WASHINGTON - Senat Amerika Serikat pada Rabu lalu meloloskan paket stimulus tambahan sebesar USD149 miliar guna pengangguran dan pengurangan pajak. Hal tersebut sebagai upaya pemerintah setempat guna menurunkan tingkat pengangguran menjadi 9,7 persen, sebelum pemilihan kongres pada November mendatang.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (11/3/2010), dana yang disetujui Senat AS tersebut, telah melalui jalur yang panjang dan pada akhirnya anggota Senat AS melakukan voting (pemungutan suara) dengan selisih 62-36 di mana keputusan terbanyak dilakukan partai Demokrat yang mendorong untuk lebih agresif terhadap penciptaan pekerjaan guna menghadapi situasi terburuk terhadap kemerosotan ekonomi AS sejak 1930-an.

Presiden Barack Obama mengatakan hasil voting tersebut, akan mengarahkan masyarakat AS guna membantu usaha kecil dan rakyat AS yang menganggur, dan menyatakan terima kasih atas dukungan bipartisan di Senat. "Saya berterima kasih kepada senator di kedua belah pihak yang mengambil satu langkah lebih maju. Saat ini dalam mendapatkan bangsa kita kembali pada pijakan ekonomi yang kuat," katanya dalam sebuah pernyataan.

Partai Demokrat mengatakan penciptaan lapangan kerja adalah prioritas utama mereka tahun ini ketika mereka kepala ke musim pemilihan biaya yang mungkin dapat mereka kontrol Kongres.

Sekadar mengingatkan, program stimulus ekonomi AS yang digagas Presiden Barack Obama akhirnya mendapat dukungan awal dari mayoritas anggota Senat. Dalam pemungutan suara 36 senator menolak dan 61 mendukung agar dana stimulus sebesar USD838 miliar segera diputuskan pada rapat Selasa ini.

Dengan keputusan tersebut, Senat menyudahi debat berkepanjangan mengenai perlu tidaknya program stimulus ekonomi. Namun bukan berarti program tersebut langsung disetujui Senat. Namun, yang pasti, sejumlah senator dari Partai Republik sudah menyiratkan dukungan atas program stimulus.
(css)
TWITTER »
twit