Getting time...

Pemboikotan Sri Mulyani Bikin Cemas Pasar

Andina Meryani - Okezone
Kamis, 11 Maret 2010 16:10 wib
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI
JAKARTA - Wacana pemboikotan DPR terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pembahasan RAPBN-P 2010, mencerminkan ketidakharmonisan antara pemerintah dengan DPR. Kondisi politik tersebut dinilai dapat memperburuk memberikan sentimen negatif kepada pasar finansial dalam negeri.

Bahkan jika hubungan yang kurang harmonis pascakeputusan sidang Paripurna Hak Angket Bank Century ini terus berlanjut, bisa menghambat target pemerintah untuk pencapaian pertumbuhan ekonomi hingga tujuh persen hingga 2014 akan sulit direalisasikan.

"Kalau hubungan antara DPR dan pemerintah akan tegang terus maka potensi pertumbuhan ekonomi tujuh persen akan sulit direalisasikan (2014)," ujar Ekonom Standard Chartered Fauzi Ikhsan, seusai melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan, di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Kamis (11/3/2010).

Menurutnya, investor sendiri sebenarnya sempat merasa lega ketika kasus Bank Century diteruskan ke ranah hukum, namun jika ternyata efek dari kasus tersebut berakhir ke pemboikotan maka hal tersebut justru dikhawatirkan akan merusak reputasi Indonesia di mana investor sebenarnya melihat kondisi politik Indonesia sebagai salah satu negara yang stabil.

"Cerita Indonesia yang sudah optimistis di kalangan investor internasional akan berpengaruh dengan ketidakpastian politik. Ini sangat disayangkan karena bagaimana pun juga Indonesia sudah dianggap salah satu negara di Asia yang keadaan politiknya sudah stabil," jelasnya.

Namun, dirinya menekan bahwa rencana boikot DPR tersebut baru sekadar wacana sehingga dirinya berkeyakinan bahwa pembahasan RAPBN-P 2010 tidak akan terganggu. Pasalnya RAPBN-P memang harus segera dilakukan karena terkait dengan perkembangan ekonomi global.

"Kalau terganggu (RAPBN-P 2010 karena boikot) dalam arti kata tidak bisa diimplementasikan ya tidak, tapi dengan perubahan variabel, perubahan item-item dalam APBN yang harus dilakukan karena perkembangan ekonomi global akan mengganggu," tandasnya. (ade)
  • genesis » 0 Tanggapan
    katanya di Indonesia berlaku azas praduga tak bersalah sebelum adanya putusan pengadilan,nyatanya?. DPR berjuang untuk rakyat,tapi ketika rakyat yg mau bertemu dgn wakilnya,bukannya pada nyamperin, malahan pada kaburkan,kiranya sekarang Bu Sri perlu dikawal sama rakyat dan mahasiswa yg bisa mengerti untuk memilah milah persoalan antara kasus century dan RAPBN
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mamy » 0 Tanggapan
    orang DPR itu sebenarx ngerti cinta tanah air ngak sih?????? sepertix mereka mw menghancurkan negarax sendiri.......ngak berkelas!!!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • robi » 0 Tanggapan
    aksi politik anggota DPR memang sudah keterlaluan.. sudah semakin terang bahwa yang mereka perjuangkan hanya kepentingan diri dan golongannya.. unjuk gigi sana sini untuk menunjukkan kekuatannya.. negarawan macam apa itu? malu lah kalian anggota DPR..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • benny Raintama » 0 Tanggapan
    saya setuju dengan kalimat mantan presiden Alm Gus Dur bahwa DPR seperti taman kanak-kanak. Saya usul sebaiknya komisi Anggaran DPR diberi pelatihan tentang RAPBN. Di dunia ini tidak ada yang JAGOAN HAI ANGGOTA DEWAN!!!! Jika anda menghakimi dan menyusahkan rakyat, maka yakinlah anda juga akan disusahkan rakyat. Itu PASTI !!! Anda lupa KASUS PDIP vs Miranda Gultom saat ini!!! Jika berani boikot maka rakyat akan menyebut ;" DEWAN YANG TERHORMAT" dan bukan "ANGGOTA DEWAN YANG TERHORMAT. Ibu Ani teruslah berjuang. Diujung cemeti ada emas.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • dewan pembuat rusuh » 0 Tanggapan
    KASIHAN...KASIHAN anggota dpr bemutu rendaaah,,,,,,,,
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit