Foto: Corbis
JAKARTA - Fitch menegaskan peringkat jangka panjang PT XL Axiata Tbk (EXCL) secara nasional menjadi di AA-(idn) dengan outlook stabil. Pada saat yang sama, Fitch memberikan peringkat pada obligasi yang diterbitkan sebesar Rp1,5 triliun di posisi AA-(idn).
Seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima okezone, di Jakarta, Kamis (11/3/2010), peringkat EXCL berhasil menempati posisi ketiga di pasar seluler di Indonesia, prospek pertumbuhan yang wajar, dan perseroan berhasil melakukan ekspansi strategis ke Malaysia. Hingga saat ini, Axiata Group Berhad menguasai mayoritas saham EXCL sebesar 86,5 persen, yang merupakan investasi terbesar dari luar negeri.
EXCL mampu mempertahankan posisi pasar melalui sebagian besar anggaran belanja perseroan pada 2009 (FY09), dan menutup celah pangsa pasar pelanggan dengan pemain terbesar kedua di Indonesia.
Selama 2009, perseroan melaporkan sebanyak 5,4 juta pelanggan bertambah, menjadi 31,4 juta. Angka ini moderat didukung pertumbuhan pendapatan bersih yang naik seebsar 13,6 persen (YoY) dan EBITDA-R marjin yang lebih kuat yang meningkat 45 persen dari pendapatan sebelumnya sebesar 42,3 persen.
Arus kas perseroan yang kuat dan lebih rendah dari capex yang ditetapkan sebesar Rp5,3 triliun, mengakibatkan laporan arus kas bebas mengalami pembukuan positif (FCF) dari Rp1,1 triliun pada 2009.
Perseroan juga mencatatkan peningkatan pendapatan usaha sebesar 14 persen menjadi Rp13,9 triliun selama 2009. EBITDA pun naik sebesar 21 persen menjadi Rp6,2 triliun dibandingkan 2008. Sementara itu jumlah pelanggan dan prepaid revenue generating subscriber base (RGB) juga mengalami kenaikan masing-masing sebesar 21 persen menjadi 31,4 juta dan 31,1 juta pelanggan.
Hingga akhir 2009, jumlah pelanggan XL meningkat 21 persen menjadi 31,4 juta pelanggan sedangkan pelanggan Revenue Generating Base (RGB) prabayar meningkat sebesar 49 persen menjadi 31,1 juta pelanggan.
Jumlah panggilan keluar dan SMS juga meningkat secara signifikan sebesar 60 persen menjadi 87,6 miliar menit dan SMS meningkat sebesar 258 persen menjadi 63,6 miliar SMS. Dengan meluncurkan berbagai jenis paket layanan yang disesuaikan dengan perilaku pelanggan, XL meraih penghargaan The Best Innovation in Marketing bulan Desember 2009 lalu (penghargaan ini telah diraih selama tiga berturut-turut).
Selain itu, XL juga menerapkan pengelolaan biaya yang efisien secara keseluruhan yang menghasilkan peningkatan OpEx yang lebih rendah daripada peningkatan pendapatan usaha. Dengan demikian, EBITDA margin XL bertumbuh menjadi 45 persen dan menghasilkan laba bersih sebesar Rp1,7 trilliun.
Untuk 2010, XL mengalokasikan belanja modal sebesar USD400-450 juta dimana jumlah ini juga termasuk pembayaran untuk capex 2009 yang pembayarannya jatuh tempo di 2010. Seluruh belanja modal ini akan didanai melalui arus kas internal.
(css)