Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

GE Targetkan Kontribusi Alkes 30% di Asia Tenggara

Sandra Karina , Jurnalis-Kamis, 11 Maret 2010 |20:35 WIB
GE Targetkan Kontribusi Alkes 30% di Asia Tenggara
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - General Electrics (GE) Indonesia menargetkan penjualan alat-alat kesehatan (alkes) di Indonesia mempunyai kontribusi sebesar 30 persen terhadap nilai bisnis divisi healthcare GE di Asia Tenggara pada 2010.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk merealisasikan hal tersebut adalah penguatan posisi dan keberadaan perusahaan di Indonesia. Salah satunya dengan memperkenalkan konsep inisiatif global dalam peningkatan layanan kesehatan global, termasuk di Indonesia.

"Konsep yang disebut sebagai healthymagination tersebut dirilis secara global pada medio 2009," kata Presiden GE Indonesia David Utama, di Jakarta, Kamis (11/3/2010).

Untuk Indonesia, lanjutnya, saat ini pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), institusi pendidikan, pihak swasta, dan lembaga pembiayaan di Indonesia. Kerja sama itu, jelas dia, untuk program-program pembinaan mengenai peningkatan layanan kesehatan dan mengidentifikasi kebutuhan daerah terhadap layanan kesehatan tertentu.

“GE tidak hanya fokus soal penjualan tapi juga berkontribusi bagi Indonesia. Indonesia merupakan pasar yang penting dan besar bagi kami. Dari segi healthcare, kontribusi penjualan alkes di Indonesia mencapai 20 persen terhadap bisnis healthcare GE di Asia Tenggara. Kontribusi Indonesia terbesar dibandingkan negara lain di Asia Tenggara. Kami selalu memperkuat posisi di Indonesia dan tetap mengikuti aturan yang diberlakukan,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu aspek healthymagination adalah memperkenalkan produk-produk alkes yang menghasilkan biaya lebih rendah sekira 15 persen.

GE Global, kata dia, mengalokasikan dana sebesar USD6 miliar untuk menghasilkan sekira 100 produk inovasi selama lima tahun. David mengatakan, saat ini, sekira 37 dari 100 inovasi itu telah dipasarkan. Sebesar 50 persen dari produk itu, ujar dia, merupakan produk berbiaya rendah.

Untuk Indonesia, lanjutnya, pihaknya mengimpor produk-produk alkes. “Untuk membangun basis produksi alkes di Indonesia masih harus mengkaji banyak faktor. Tergantung pasar dan kesiapannya juga. Sementara itu, produk-produk kami adalah sangat high tech,” kata David.

Di sisi lain, dia menambahkan, pihaknya tetap berkomitmen berinvestasi di Indonesia.Salah satu produk GE yang akan dirilis di Indonesia adalah alat pemindai tubuh portable, Vscan. Saat ini, kata dia, Vscan masih diproses pengurusan izin edarnya agar bisa masuk ke Indonesia.

General Manager Marketing GE Healthcare Tecnologies Asia Tenggara Manjot Deol mengatakan, Vscan mampu membantu mendeteksi penyakit lebih awal, seperti kardiovascular.

“Penyakit kardiovascular saat ini menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Kami berharap, pada kisaran Mei-Juni 2010, Vscan bisa masuk ke pasar Indonesia,” tukas Manjot.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement