Foto: Corbis
JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali memberikan peringkat idAA+ untuk PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan obligasi I-2007 yang diterbitkannya. Adapun prospek untuk BDMN dan obligasi tersebut adalah stabil.
Demikian diungkapkan oleh analis Pefindo Danan Dito dan Dimas Aditya dalam siaran pers yang diterima okezone di Jakarta, Jumat (12/3/2010).
"Peringkat ini merefleksikan dukungan dari pemegang saham mayoritas perusahaan, posisi bisnis yang kuat, dan tingkat efisiensi operasional yang baik," jelas mereka.
Walau begitu, ternyata peringkat ini masih dibatasi oleh kualitas aset yang melemah dan performa rentabilitas yang stagnan sebagai akibat dari efek krisis finansial global.
Perusahaan yang berdiri sejak 1965 ini merupakan bank terbesar keenam di Indonesia. Perusahaan menjalankan bisnis perbankannya melalui 82 kantor cabang, 1.405 cabang pembantu yang termasuk 801 unit Danamon Simpan Pinjam dan 200 unit mobile, 11 kantor Danamon Syariah dan satu kantor cabang luar negeri di Cayman Island.
Selain itu, perusahaan juga didukung oleh mobile banking dan 846 ATM yang terhubung dengan jaringan ATM Bersama. Pada akhir 2009, perusahaan memiliki karyawan sebanyak 41.615 orang.
Pemegang saham perusahan adalah Asia Financial Indonesia Pte Ltd (AFI) sebesar 67,63 persen. Sedangkan AFI sendiri adalah milik dari Temasek Holdings Pte Ltd sebagai pemegang saham dominan, Temasek ini memiliki peringkat AAA, dengan outlook stabil dari S&P. Sedangkan sisa saham BDMN dimiliki oleh publik sebesar 32,37 persen.
(css)