Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) memberikan pinjaman kredit kepada Perusahaan Umum (Perum) Percetakan Republik Indonesia (Peruri) sebesar Rp626 miliar.
Pemberian pinjaman kredit tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kredit antara Direktur Korporasi BBNI Krishna Suparto dengan Direktur Utama Peruri Junino Tjahya, di Gedung BNI 46, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
"Pemberian kredit ini dilakukan untuk peningkatan kapasitas produksi dan kualitas percetakan uang," ungkap Krishna.
Dijelaskannya, kredit tersebut terdiri dari, kredit investasi sebesar Rp256,8 miliar dan fasilitas noncash loan berupa platform L/C impor sebesar USD37,19 juta atau setara dengan Rp369 miliar dengan patokan USD1 sama dengan Rp9.925 per USD. "Fasilitas kredit ini akan digunakan untuk, pembelian mesin cetak uang teknologi muktahir," ujarmya.
Lanjutnya perum Peruri memiliki outstanding sebesar Rp89 miliar, sehingga total fasilitas kredit BBNI kepada Peruri saat ini mencapai Rp715 miliar.
Menurut Krishna fasilitas kredit ini salah satu komitmen BNI dalam mendukung bisnis Peruri. "Sebagai alat tukar dan pembayaran di negeri ini, produk Peruri ini memiliki nilai yang sangat strategis di Indonesia. Oleh karena itu, perseroan siap mendukung Peruri," ujarnya.
Sebelumnya, BBNI telah memberikan fasilitas pinjaman kepada BUMN lain, seperti Perum Pegadaian sebesar Rp3 triliun. (css) (ade)