Getting time...

TDL & Pasokan Gas Bikin Harga Mamin Naik

Jum'at, 12 Maret 2010 18:50 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) oleh PT PLN mulai Juli 2010 dan pemangkasan pasokan gas sebesar 20 persen oleh PT PGN per April 2010 kemungkinan besar akan menyebabkan harga makanan minuman (mamin) olahan naik 5-10 persen.

"Industri seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Apabila komponen-komponen energi tersebut akan terealisasi, maka harga jual produk mamin olahan diperkirakan naik minimal lima persen dari total biaya produksi. Setelah sebelumnya pada Januari 2010 sempat juga naik 10 persen," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman di Jakarta, Jumat (12/3/2010).

Menurutnya, secara tiba-tiba, PT PGN meminta para pengusaha telah untuk meneken kontrak baru suplai gas yang terpangkas pada akhir Maret.

"Pengurangan gas bisa lebih dari 20 persen. Kontrak baru tersebut dievaluasi setiap enam bulan. Yang sangat memberatkan kami adalah, PGN syaratkan bank guarantee untuk pembelian gas, padahal sebelumnya belum pernah seperti itu," keluhnya.

Hal tersebut, kata Adhi, artinya pengusaha harus mengeluarkan dana lebih banyak. "Kami harap masalah pasokan gas bisa selesai dalam dua bulan ke depan. Kalau tidak, konsumen yang menjadi korban karena harga produk naik. Target inflasi yang rendah pun akan sulit terjadi," tutur dia.

Namun, Adhi mengaku lega karena hingga saat ini belum ada investor mamin yang berniat menunda atau membatalkan niatnya melakukan investasi di Indonesia.

"Ada investor Jepang sedang tertarik untuk membangun proyek patungan (joint venture) dengan pengusaha lokal untuk mengalihkan sebagian industri agro dari China ke Indonesia," tukas Adhi. (Sandra Karina/Koran SI/ade)
TWITTER »
twit