Getting time...

3 Alasan Bursa Regional Anjlok!

Candra Setya Santoso - Okezone
Senin, 15 Maret 2010 15:00 wib
Foto: Koran SI
Foto: Koran SI
HONG KONG - Pasar saham Asia kembali terkoreksi pada perdagangan awal pekan Senin (15/3/2010). Terdapat tiga alasan yang menyebabkan melemahnya bursa di kawasan regional ini, sehingga sejumlah investor melakukan aksi ambil untung (profit taking).

Pertama, laporan keuangan sejumlah perusahaan raksasa di Amerika  Serikat (AS), sehingga memunculkan kekhawatiran sejumlah investor terhadap kondisi perekonomian ke depannya. Dua alasan lainnya yaitu, harga minyak yang kembali turun di bawah level USD81 per barel serta pergerakan mata uang. Dolar berhasil menguat terhadap euro, namun terkoreksi terhadap yen. Hal ini ikut memberikan pengaruh negatif terhadap melemahnya bursa regional.

Seperti dikutip dari Assosiated Press, Senin (15/3/2010), bursa regional rata-rata turun sebesar satu persen, setelah sesi penutupan perdagangan akhir pekan lalu berhasil menguat. Investor menemukan beberapa alasan untuk membeli saham tertentu, setelah data ekonomi AS dirilis Jumat menggambarkan tidak meratanya pemulihan perekonomian di seluruh dunia. Kendati demikan, penjualan ritel mencatatkan laporan yang lebih baik dari yang diharapkan bulan lalu.

Para investor juga menunggu pernyataan dan keputusan kebijakan dari bank-bank sentral di AS dan Jepang akhir pekan ini, terkait pemangkasan suku bunga perbankan. Setiap berita baru tentang  utang Yunani juga dapat mengarahkan pasar saham untuk bergerak fluktuatif.

Di Jepang, rata-rata saham Nikkei 225 anjlok 19,26 poin, atau setara 0,2 persen ke 10.732,00. Sedangkan di Hong Kong's, indeks Hang Seng turun 0,9 persen ke 21.026,92 dan Korea Selatan juga melemah 0,8 persen menjadi 1.648,42.

Pasar Shanghai anjlok 1,3 persen, sementara itu di Australia terpangkas 0,7 persen saham dan indeks India ikutan turun 0,5 persen.

Harga minyak pada perdagangan di Asia, untuk pengiriman April terkoreksi 42 sen dolar Amerika ke YSD80,82. Sedangkan harga si emas hitam pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu sempat tergelincir 87 sen dolar Amerika, pada Jumat lalu. Sementara itu, mata uang dolar berhasil menguat dibandingkan dengan mata uang yen menjadi 90,61 dari sebelumnya 90,65. Sedangkan, Euro melemah ke USD1,3741 dari USD1.3685.
(css)
TWITTER »
twit