Foto: Dok. Perseroan
JAKARTA - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melaporkan terjadi kebocoran aliran gas di lokasi sumur Segat-2, Blok Bentu PSC, Riau, Sumatera, pada saat aktifitas perawatan (work over) yang berlanjut dengan kegiatan evakuasi dari non-essential site personnel dari lokasi Segat-2. Sumur Segat-2, pertama kali di bor pada 1995.
Insiden ini terjadi pada 14 Maret 2010 kemarin, tepat pukul 14.10 WIB waktu setempat. "Tidak ada anggota masyarakat yang terluka ataupun keusakan property berdasarkan laporan terakhir," ujar Direktur Utama ENRG Imam P Agustino, dalam keterangan tertulisnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Senin (15/3/2010).
Pihak perseroan akan menginformasikan perkembangan lebih lanjut kepada publik. "Aliran gas tersebut tidak berdampak terhadap kinerja produksi dari blok Bentu PSC dan Korinci Baru PSC," ungkapnya.
Sekadar mengingatkan, selama kuartal III-2009, pesreroan berhasil mencapai peningkatan produksi minyak sebesar 30 persen dan produksi gas yang cukup konsisten dari periode yang sama tahun lalu. Selain itu, perseroan melalui anak usahanya, PT EMP Energi Indonesia (EEI) menargetkan peningkatan produksi gas abadi Blok Masela PSC di 2016 mencapai 4,5 juta ton per LNG dan 13 ribu barel per hari. Sebelumnya, perseroan harus merogoh dana mencapai USD77,25 juta, atas akuisisi 10 persen participating interest di Blok Masela PSC.
"Kami berharap produksi secara komersial dapat dimulai di 2016 sebesar 4,5 juta ton per LNG dan 13 ribu barel kondensat cadangan terukur," ujar Iman, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Nilai akuisisi ini merupakan transaksi material karena melebihi 10 persen dari total penjualan bersih perseroan terkonsolidasi dan melebihi 20 persen dari ekuitas perseroan terkonsolidasi pada periode yang berakhir 30 Juni 2009.
Mengenai pendanaannya, perseroan masih mengkaji beberapa alternatif pendanaan. Sementara terkait perjanjian farm-out 10 persen participating interest di Blok Masela ini masih menunggu persetujuan RUPSLB, BP Migas, pemegang saham Inpex Masela Ltd, dan penandatanganan Joint Operating Agreement.
Gas Abadi Blok Masela PSC adalah lapangan gas yang mampu mempertahankan produksi LNG dan kondesat tersebut selama lebih dari 30 tahun.
(css)