Foto: Corbis
PANDEGLANG - Proses penerbitan sukuk ritel (Sukri) 002 memang sudah selesai dan mampu menjaring 17.231 investor. Bila dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 14.295 orang.
Ternyata, semua itu tidak lepas dari agen-agen penjual yang turut berpartisipasi dalam penjualan SR seri 002 tersebut. Ada 18 agen penjual yang terdiri dari 18 perusahaan efek dan 10 bank, namun hanya tiga yang menjadi agen terbaik dalam penjualan SR002 itu.
"Dalam setiap penerbitan sukuk atau obligasi ritel Indonesia (ORI) kami selalu memilih agen penjual terbaik," kata Kasubdit Pengembangan Pasar Surat Berharga Syariah Negara Kementerian Keuangan, Langgeng Basuki, saat konferensi pers di Taman Nasional Ujung Kulon, Pandeglang, Banten, Senin (15/3/2010).
Ketiga agen penjual itu terdiri dari dua bank dan satu perusahaan efek, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) serta PT Bahana Securities. Penobatan tersebut diberikan pemerintah sebagai bentuk penghargaan (reward) terhadap mereka.
Adapun kriteria yang diberikan pemerintah kepada mereka berasal dari kalangan internal sendiri. Yakni dilihat dari sebaran wilayahnya, seperti wilayah Jakarta yang dibagi menjadi barat, tengah, dan timur.
Kemudian tipe investor, seperti dari pegawai negeri sipil (PNS), pegawai swasta, dan ibu rumah tangga. "Kami memberi reward ini berdasarkan kriteria-kriteria tersebut," jelas Langgeng.
Selain itu, kriteria penilaian agen penjual terbaik dilihat dari kinerja pemasaran yaitu volume penjualan, kinerja pemasaran harian, ketepatan perencanaan target penjualan.
Sebagai informasi, peminat Sukuk Ritel (Sukri) seri SR-002 mempunyai total pemesanan Rp8,033 triliun. Setelmen Sukri SR-002 dilaksanakan pada 10 Februari 2010 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 11 Februari 2010.
(css)