Foto : Corbis
LONDON – Harga minyak dunia tersungkur di bawah USD80 per barel pada perdagangan hari ini, sebagai akibat dari jatuhnya mata uang dolar Amerika. Selain itu, turunnya harga minyak dipengaruhi juga oleh adanya kekhawatiran terhadap permintaan energi sambil menunggu keputusan rapat OPEC pada akhir pekan ini.
Minyak jenis Light Sweet di perdagangan New York turun sebesar USD1,82 menjadi USD79,42 per barel untuk pengiriman April. Sementara itu untuk minyak jenis Brent di pasar London juga turun sebesar USD1,77 menjadi USD77,62 per barel.
"Minyak menderita kerugian dalam perdagangan sore karena dolar rebound dengan kuat. Ditambah kadaluwarsanya kontrak untuk April di London, menambahkan tekanan tambahan harga Brent bulan depan," ujar Analis Modal VTB Andrey Kryuchenkov, sebagaimana dikutip dari AFP, Selasa (16/3/2010).
Menurutnya, dolar AS rebound terhadap euro hari ini disebabkan karena para pedagang menantikan pertemuan krisis menteri keuangan zona Eropa, yang diharapkan mampu mengatasi krisis utang Yunani. Selain itui pelemahan saham global juga mendorong beberapa investor untuk menjual euro yang sensitif terhadap risiko.
"Harga minyak mentah jatuh karena penguatan dolar AS, sementara investor tetap hati-hati menunggu pertemuan OPEC di Wina," tambah analis Sucden Myrto Sokou.
Sebelumnya, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) diperkirakan secara luas untuk menjaga kuota output resmi di 24,84 juta barel per hari pada hari Rabu (17/3/2010). Sebagai produsen OPEC terbesar, Iran mengatakan bahwa kartel tidak meningkatkan produksi karena tidak ada tanda-tanda peningkatan permintaan dunia.
Selain itu, di tempat lain dua bom mobil mengguncang Warri, Nigeria selama pembicaraan tentang amnesti bagi mantan pejuang pemberontak turut mempengaruhi harga minyak dunia.
"Harga minyak mentah mungkin mendapat dukungan dari dua ledakan yang mengejutkan di kota minyak Nigeria Warri pagi ini, saat diskusi amnesti di daerah delta minyak Nigeria," tandas Sokou.(adn)
(rhs)