JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan jika pertumbuhan pendapatan domestik bruto (PDB) berada di kisaran 5,3-5,5 persen untuk kuartal I-2010.
"Kalau kita lihat dari Januari hingga minggu kedua Maret, GDP masih di atas lima persen, di kisaran 5,3-5,5 persen," kata Sri usai penyampaian surat pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun Pajak 2009 di Kantor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (17/3/2010).
Dia melihat, jika pada awal 2010 investasi sudah mulai pulih, dan investasi yang masuk pun lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. "Ekspor juga sudah menunjukan positif pada Februari dan Maret. Di mana konsumsi terjaga," jelas dia.
Selain itu, kemungkinan GDP untuk meningkat lebih dari 5,5 persen juga terbuka lebar. "Sangat terbuka, mungkin suku bunga di negara maju, walau ada kecenderuan meningkat. Namun sampai hari ini stepnya tetap, kuartal satu atau semester satu momentum growth sangat kuat. Untuk kita atau region kita, Asia," jelas dia.
Walau demikian, pihaknya masih belum mengubah asumsi pemerintah tentang GDP, yakni masih 5,5 persen. "Kita masih pakai yang 5,5 persen," imbuhnya.
Sementara mengenai penerimaan negara, dia menyatakan jika penerimaan per tiga bulan pertama di 2010 lebih tinggi daripada patern. "Penerimaan kita di Januari-Februari, dan sampai Maret sampai minggu kedua di atas patern tiap bulan, Januari Februari, Rp35 triliun-Rp40 triliun, kemarin masih cukup baik di atas itu," tukas dia.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.