Getting time...

The Fed Pertahankan Suku Bunga 0%

Ade Hapsari Lestarini - Okezone
Rabu, 17 Maret 2010 10:00 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
WASHINGTON - The Federal Reserve (The Fed) memperbaharui untuk mempertahankan tingkat suku bunganya mendekati nol persen untuk satu "periode" dan bahkan terdengar lebih optimistis.

Bank sentral mengungkapkan bila pasar kerja akan menjadi lebih kuat setelah mengalami resesi terdalam dan memberi petunjuk adanya pergerakan sebagai janji untuk mempertahankan biaya pinjaman pada tingkat terendah.

Namun, catatan tentang sektor perumahan dan pandangan terhadap pemulihan perekonomian kemungkinan akan berada di level moderat. Selain itu, inflasi itu akan tetap terkendali, bunga overnight antarbank berada di kisaran 0,25 persen.

Menyusul keputusan itu, sebagian besar bank-bank besar yang bersentuhan langsung dengan Fed, memperkirakan kenaikan suku bunga pada kuartal keempat.

"Kebijakan The Fed terus mengantisipasi kondisi ekonomi, termasuk rendahnya tingkat pemanfaatan sumber daya, tren rendahnya inflasi, dan ekspektasi inflasi yang relatif stabil, kemungkinan menjamin tingkat yang sangat rendah, di mana tingkat dana federal untuk periode diperpanjang," demikian pernyataan Bank Sentral, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (17/3/2010).

Merepons keputusan tersebut, bursa saham di Amerika Serikat (AS) langsung membumbung. Indeks Dow Jones Industrial Average dan Standard & Poor's 500 Index ditutup pada level tertinggi. Sementara mata uang dolar malah tergelincir terhadap euro dan yen, dan harga untuk obligasi pemerintah AS bangkit.

"Memang, hal ini membuat kita menjadi sedikit optimistis, tapi sikap kehati-hatian masih harus terus dilakukan," tukas kata ekonom Capital Economics Paul Dales, di Toronto.

Di samping itu, The Fed memproyeksikan pasar tenaga kerja lebih optimistis dibandingkan dengan pertemuan The Fed terakhir kalinya pada Januari lalu. Kala itu, kebijakan komite menilai kemerosotan di pasar tenaga kerja mulai mereda.

"Secara keseluruhan, tidak ada yang akan mempercepat atau mengurangi pengetatan moneter tahun ini sangat terlambat," kata Direktur Strategi Investasi Glenmede, Jason Pride, di Philadelphia. (ade)
  • amancik » 0 Tanggapan
    KAPAN YA, DI INDONESIA SUKU BUNGA O,25% AGAR KESENJANGAN ANTARA ORANG KAYA DAN ORANG MISKIN TIDAK SEMAKIN JAUH.BAYANGIN ORANG MISKIN UTK DAPET UANG 25.000/HARI HARUS KERJA MELINTING ROKOK DARI PAGI SAMPE SORE.SEDANGKAN BOS DJARUM DAN GUDANG GARAM HANYA ONGKANG2 DPT DUIT 4MILYAR/H HANYA DARI BUNGA BANK.EEEEEEEDAN TENAN....!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit