Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Go Public, Garuda Mulai Pinang Underwriter

Widi Agustian , Jurnalis-Rabu, 17 Maret 2010 |13:17 WIB
<i>Go Public</i>, Garuda Mulai Pinang <i>Underwriter</i>
Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - PT Garuda Indonesia bakal mulai melakukan beauty contest untuk sekuritas yang akan menjadi penjamin emisi (underwriter) dari langkah perusahaan untuk go public pada kuartal III mendatang.

"Kita akan mulai seleksi (underwriter) pada pekan ini, jadi bulan ini sudah ada," jelas Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar saat konferensi pers di Hotel Nikko, Jakarta, Rabu (17/3/2010).

Dia melanjutkan, karena mengejar investor yang berasal dari dalam dan luar negeri perseroan akan menggandeng underwriter yang berasal dari lokal dan luar negeri. "Kita ingin agar yang masuk juga selain dari domestik juga dari luar," imbuh dia.

Dijelaskannya, walau perseroan diperkenanakan untuk melepas sahamnya hingga 49 persen, perseroan hanya membatasi saham yang akan dilepas ke publik hanya 40 persen saja. Di mana perseroan menegaskan jika dana yang dihasilkan dari IPO adalah sebesar Rp300 juta. "Tapi hitungan pastinya nanti setelah underwriter ditunjuk," jelasnya.

Dana ini akan dipergunakan untuk membiayai investasi perseroan. Di mana untuk capital expenditure (capex) sebesar Rp100 juta untuk tahun ini, sebagian dananya akan diambil dari IPO tersebut. "Kita juga akan alokasikan sebagian untuk capex 2010," tambahnya.

Adapun dana capex sebesar Rp100 juta tersebut akan dipergunakan untuk membiayai investasi sebanyak 24 pesawat baru yang akan didatangkan perseroan dan untuk membiayai pembukaan rute baru.

"Capex itu untuk 24 pesawat baru, pengembanganan di IT, pengembangan rute baru, serta investasi untuk pengembangan usaha. Dananya dari internal cash, tapi kita juga akan go publik, kita akan go publik, dananya sebagian untuk investasi," tukasnya.

Sekadar mengingatkan, pada 2009 lalu perseroan berhasil mencatatkan kenaikan revenue-nya. Yakni menjadi sebesar Rp 1,615 triliun dari sebelumnya sebesar Rp1,336 triliun. Sementara laba bersihnya juga mengalami kenaikan menjadi Rp1,009 triliun dari sebelumnya Rp669 miliar (yoy).

Di mana jumlah penumpang pada 2009 meningkat menjadi sebanyak 10,3 juta penumpang dari sebelumnya 10,1 juta penumpang. Sementara tingkat sisian penumpang (seat load factor) pada 2009 stabil menjadi sebesar 74 persen.

Sementara untuk 2010, dia menargetkan seat load factor akan tumbuh menjadi 77 persen. Sedangkan kinerja lainnya, seperti keinerja keuangan untuk laba bersih, pertumbuhan jumlah penumpanbg akan tumbuh sebanyak 15 persen. "Untuk 2010 akan tumbuh sebesar 15 persen," imbuhnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement