Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bulog Mati-Matian Jaga Harga Gabah

Andina Meryani , Jurnalis-Rabu, 17 Maret 2010 |20:10 WIB
Bulog Mati-Matian Jaga Harga Gabah
Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Perum Bulog berkomitmen untuk terus menjaga Harga Pokok Pembelian (HPP) Gabah Kering kepada petani meskipun saat ini di sejumlah daerah harga Gabah Kering ditenggarai anjlok akibat dari panen raya.

Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Ali Moeso menyatakan bahwa Bulog sudah membeli dan mengontrak gabah hasil panen tersebut untuk menjaga harga gabah tidak anjlok.

"Tentunya sesuai dengan HPP tidak boleh lebih murah dari HPP," ujarnya usai Rakor Ketahanan Pangan di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (17/3/2010).

Menurutnya jika terbukti di sejumlah daerah terdapat HPP yang anjlok Bulog akan segera menurunkan satgasnya jika terbukti harga gabah anjlok karena mulai panen di sejumlah daerah penghasil padi. "Kalau ada info seperti itu, kita akan turunkan satgas kita," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi membantah anjloknya HPP Gabah kering di sejumlah daerah akibat panen raya. Namun, dirinya mengakui memang terdapat penurunan HPP pada panen raya ini meskipun demikian tidak akan lebih rendah dibanding dengan HPP yang ditetapkan pemerintah. "Memang turun dibanding yang lalu, tapi tetap diharga HPP," ujar Bayu.

Berdasarkan Inpres 7/2009 yang mulai berlaku pada 1 Januari 2010 terdapat kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) 10 persen. Rincian kenaikan harga untuk Gabah Kering Panen (GKP) di Petani dengan kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa/kotoran maksimal 10 persen, harga sebelumnya Rp 2.400/kg menjadi Rp 2.640/kg. Sedangkan GKP di Penggilingannya, naik dari Rp 2440/kg menjadi Rp 2685/kg.

Gabah Kering Giling (GKG) di Penggilingan dengan kadar air maksimal 14 persen dan kadar hampa/kotoran maksimal tiga persen naik dari Rp3.000/kg menjadi Rp3.300/kg. Sedangkan GKG di Gudang Bulog naik dari Rp 3040/kg menjadi Rp3.345/kg.

Beras di Gudang Bulog dengan klasifikasi kadar air maksimal 25 persen, butir patah maksimal 20 persen, kadar menir maksimal dua persen, dan derajat sosoh minimal 95 persen, harganya naik dari Rp4.600/kg menjadi Rp5.060/kg.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement