Sri Mulyani: Bahas Ekonomi RI 1x24 Jam/Hari Kurang Cukup

Candra Setya Santoso - Okezone
Kamis, 18 Maret 2010 10:02 wib
JAKARTA - Membicarakan keadaan perekonomian Indonesia ke depannya, membutuhkan waktu yang panjang. Paling tidak, Indonesia mampu bertahan bahkan menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang sangat baik dibandingkan negara-negara tetangga lainnya.

"Waktu kita 1x24 jam dalam sehari membahas ekonomi kita (Indonesia) saya rasa masih kurang. Kita sudah mengundang banyak orang untuk diskusi, dari akademisi, analis, editor, wartawan untuk membahas ini untuk mendengar rumor yang ada, kinerja perusahaan, dan lain sebagainya untuk menentukan nasib Indonesia," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam kata sambutannya di acara 10th Annual Citi Indonesia Economic & Political Outlook Seminar: Indonesia 2010: How Do We Stay Ahead?, di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (18/3/2010).

Dijelaskannya, 2010 adalah judgement day, yakni tahun penentuan arah kebijakan ekonomi. Apakah akan melanjutkan liberalisasi ekonomi atau tidak.

Menurutnya, kalau Indonesia masih tetap melanjutkan kebijakan liberalisasi ekonomi, maka dipastikan Indonesia hanya menjadi spesialis eksportir bahan mentah bagi industri negara maju.

Pada 2010, perekonomian Indonesia diwarnai dengan dimulainya ASEAN-China FTA. Hal Ini dianggap banyak pihak sebagai bentuk dari liberalisasi perekonomian Indonesia yang merugikan rakyat Indonesia.

"2010 sangat penting perpektif yang tidak terputus, dan 2010 tahun yang sangat spesial," ujarnya.

Kenapa Indonesia bisa dikatakan spesial? Menkeu menjelaskan, pertama, tahun ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono terpilih secara demokratis dan telah dipilih oleh rakyat.

Kedua, 2010 berhasil masuk bersama leader 20 negara (G-20) yang memprediksikan tahun yang amat sulit.

"Negara G-20 saat itu, menguasai 80 persen pertumbuhan domestik (GDP) dunia, memprediksikan aspek kekhawatiran dan kepanikan yang sangat nyata, perbaikan yang sangat penting yaitu sektor keuangan," ungkapnya.

Sektor keuangan, jelasnya, mengalami kerusakan entah karena masalah regulasi dan pengawasan. "Tapi kenyataannya adalah untuk menciptakan spekulasi yang baik kepada masyarakat, 2010 harus mampu menyelesaikan damage itu dan harus bersabar," tandasnya.(adn)


(rhs)
  • ELANG » 0 Tanggapan
    Yang penting bagi kita rakyat kecil,adalah satunya kata dan perbuatan dan bagai mana para pemimpin agar jangan menyelesaikan masalah tetapi menimbulkan masalah yg lain.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit