foto : corbis
WASHINGTON - Amerika Serikat menyambut keputusan kreditor Paris Club untuk membatalkan utang Afghanistan kepada para anggotanya sebagai "langkah penting" menuju ekonomi keberlanjutan pada Rabu (17/3/2010) waktu setempat.
Seperti dikutip dari AFP, Kamis (18/3/2010), Departemen Luar Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan, langkah 19-anggota klub ini sebuah "prestasi besar" untuk Afghanistan dan menunjukkan bagaimana dunia mengakui bahwa
Afghanistan telah mengambil "langkah penting" untuk memperkuat ekonominya.
"Pengangkatan beban utang yang diwarisi oleh pemerintah Afghanistan tanda sebuah langkah penting pada jalan ekonomi keberlanjutan Afghanistan," dia menambahkan.
"Kesepakatan dicapai hari ini akan menerapkan titik penyelesaian perawatan Afghanistan di bawah `the Enhanced Heavily-Indebted Poor Countries Initiative`," kata pernyataan itu.
"Kesepakatan juga mengakui kinerja Afghanistan di bawah program Dana Moneter Internasional (IMF) dan kemajuan dalam mengadopsi dan melaksanakan reformasi ekonomi dalam lingkungan sangat menantang," kata pernyataan.
Kelompok informal negara-negara industri mengatakan dalam sebuah pernyataan itu menghapus USD585 juta utang bilateral dan sukarela setelah pemerintah Afghanistan berjanji untuk mengalokasikan sumber daya yang dibebaskan untuk memerangi kemiskinan.
Paris Club mengatakan, juga memutuskan untuk membatalkan tambahan USD441 juta mewakili pangsa klub dalam inisiatif IMF dan Bank Dunia yang memberikan pinjaman bunga rendah kepada negara-negara termiskin dunia.
Sejumlah USD1,026 miliar utang diampuni oleh Paris Club mewakili sekitar setengah utang publik eksternal Afghanistan pada Maret 2009 atau USD2,104 miliar.(adn) (rhs)