Chatib Basri: Volatilitas Nilai Tukar Rupiah Paling Penting

Candra Setya Santoso - Okezone
Kamis, 18 Maret 2010 11:22 wib
Chatib Basri. Foto: Koran Si
Chatib Basri. Foto: Koran Si
JAKARTA - Staf Khusus Menteri Keuangan yang juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Penyidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM-FEUI) Chatib Basri menyatakan hal terpenting dari nilai tukar rupiah adalah volatilitasnya.

"Yang penting bukan level tapi volatilitasnya, jangan terlalu tinggi. Kasihan orang yang di bisnis, kalau mau impor elektronik, kalau beda Rp100 saja sudah kena berapa? Seperti hari ini (kemarin) jatuhnya kan sampai Rp100. Itu kan cost-nya berapa besar," paparnya, di sela acara The 10th Annual Citi Indonesia Economic & Politik Outlook. Indonesia 2010: How We Stay Ahead?, di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (18/3/2010).

Menurutnya, pergerakan rupiah lebih ditentukan oleh fundamentalnya. Kalau memang fundamentalnya memungkinkan rupiah menguat, maka akan menguat terus. "Tapi yang penting jangan menguat terlalu cepat," ucapnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengatakan bila penguatan nilai tukar rupiah merupakan reaksi terhadap kondisi perekonomian global. "Ada juga yang sifatnya sentimen yang berhubungan dengan perubahan konstelasi dari ketidakseimbangan perekonomian Amerika Serikat (AS) dengan yang lain," tandas Sri.

Menurutnya, nilai tukar rupiah hingga kini telah menguat 15 persen terhadap USD. Sehingga adanya pergerakan sehari saja tidak akan mempengaruhi. "Jadi kita akan lihat fondasi ke depannya," ujarnya. (ade)
TWITTER »
twit