Kepala Bappenas Armida Alisjahbana. Dok Bappenas
JAKARTA - Pemerintah mencanangkan program akselerasi ekonomi di 2011 dengan target pertumbuhan ekonomi mencapai 6-6,3 persen.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana menyatakan, target pertumbuhan ekonomi di 2011 tersebut akan digenjot melalui investasi dan ekspor.
"Tahapan-tahapan di RPJMN 2011 ini kita ingin akselerasi pertumbuhan ekonomi, targetnya kan 6-6,3 persen di RPJMN 2011, akan ada akselerasi karena kan sekarang hanya 5,5 persen," ujarnya usai Rapat Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2011 di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (19/3/2010).
Dirinya menjelaskan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut maka akan investasi ditargetkan meningkat sebesar 10 persen dibanding dengan target 2010. Sementara itu, belanja pemerintah juga harus meningkat 10 persen dibanding di 2010.
"Investasi kita harapkan bisa meningkat sekira 10 persen dari 2010. Kemudian kalau pengeluaran pemerintah sekira 10 persen, sedikit lebih tinggi dari sekarang (2010) tapi lebih rendah dari 2008 karena ada stimulus fiskal jadi sebesar 15 persen," jelasnya.
Sementara untuk daya beli masyarakat sendiri menurutnya secara automatis akan meningkat seiring dengan pertumbuhan yang lebih tinggi. Pada rapat kali ini merupakan rapat awal membahas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2011 yang asumsinya diambil dari RPJMN tahun 2011 dengan program-program prioritas di dalamnya.
Selanjutnya Bappenas akan menyempurnakan program-program tersebut dengan mengadakan pertemuan trilateral antara Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Kementerian/Lembaga (K/L) untuk mencapai kesepakatan program-program prioritas untuk tahun 2011.
Kemudian pembahasan selanjutnya dalam Sidang Kabinet yang dilakukan pada April yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Peraturan Presiden (Perpres) tentang RKP 2011 pada 7 Mei 2010.
"Pembahasan kita jadwalkan April minggu ketiga sampai minggu terakhir. 7 Mei sudah ketok Perpres, kemudian proses di DPR kemudian nyambung RAPBN 2011," jelasnya. (ade)