Presiden AS Barack Obama. Foto: Corbis
JAKARTA - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai mundurnya rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama ke Indonesia menjadi Juni harus dihormati dan tidak perlu ditanggapi dengan berbagai macam spekulasi.
"Kita hormati keputusan tersebut jangan buat spekulasi macam-macam," ujarnya saat temu wartawan di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (19/3/2010).
Meskipun tertunda, namun dirinya meyakini bahwa hal tersebut tidak akan mengganggu kerja sama Indonesia dan AS di bidang ekonomi. Karena kedua negara tetap berkomitmen dengan adanya Overseas Private Investment Coorporation (OPIC). "OPIC ini merupakan pernyataan serius Amerika investasinya ke kita," tegasnya.
Dirinya juga menyampaikan antara kerja sama yang dijalin Indonesia dan Amerika Serikat tersebut tidak akan ada kompetisi karena tidak adanya kesamaan produk. Diharapkannya, Indonesia dapat memperoleh keuntungan jika mampu memanfaatkan kerja sama tersebut.
"Kita dengan Amerika tidak sama untuk produknya hanya complementary. Jadi, tidak ada persaingan. Kita akan mengambil manfaat yang besar di sektor ekonomi dari kerja sama tersebut," tandasnya. (ade)