Presiden AS Barack Obama. Foto: Reuters
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyetujui penyediaan dana sebesar USD17,6 miliar untuk membuka lapangan kerja. Hal ini dilakukan Obama untuk menunjukkan optimismenya atas pemulihan ekonomi dan banyak membutuhkan tenaga kerja.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (19/3/2010), pernyataan Obama tersebut dikeluarkan di White House saat dia menandatangani peraturan baru yang meliputi sejumlah insentif yang bertujuan untuk membantu usaha kecil pulih dari resesi terburuk sejak krisis.
Obama berada di bawah tekanan untuk mengurangi tingkat pengangguran hingga 9,7 persen, yang harus dicapainya dengan anggaran stimulus ekonomi sebesar USD787 miliar yang diajukannya pada Februari 2009.
"Sebuah pembentukan keputusan itu adalah karena memang diperlukan dan sering bukanlah keputusan yang tidak populer. Di mana langkah-langkah yang kami ambil alih tahun lalu, ekonomi kita tumbuh lagi dan kami akan segera menambahkan bukannya kehilangan pekerjaan mereka. Pekerjaan saya hari ini menandatanganinya dan membantu mempercepat proses ini," kata Obama.
Dalam undang-undang bisnis, karyawan baru yang sebelumnya telah kehilangan pekerjaan akan dibebaskan dari kewajiban membayar pajak gaji yang sebesar 6,2 persen. Begitu juga dengan perusahaan, akan mendapatkan keringanan pajak hingga USD1.000 kredit jika para pekerja itu masih di tempat kerja setahun kemudian.
Obama mnegeaskan jika dana tersebut sangat diperlukan, bahkan dia menyatakan jika dana sebesar USD17,6 miliar tersebut sama sekali tidak cukup. Ada banyak yang harus kita lakukan untuk memacu mempekerjakan di sektor swasta dan membawa pemulihan ekonomi penuh.
RUU juga akan mensubsidi negara dan obligasi konstruksi lokal dan mengalokasikan USD19,5 miliar untuk menopang program pembangunan jalan raya dan memperluasnya hingga akhir tahun. (wdi) (rhs)