PTBA, Pertamina, dan Sasol Teken Agreement April 2010

Jum'at, 19 Maret 2010 08:47 wib
Tambang Batubara. foto: yahoo.com
Tambang Batubara. foto: yahoo.com
JAKARTA - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Pertamina (Persero) akan melakukan penandatangan dengan perusahaan asal Afrika Selatan, Sasol Synfuels International Pty Ltd (Sasol) pada April mendatang untuk memproduksi minyak mentah dari batubara.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan di kantornya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (18/3/2010) malam.

"Tandatangan (agreement) antara Sasol, Pertamina, dan PTBA akan dilakukan di bulan April," jelas dia.

Hal ini, lanjut Gita, merupakan tindak lanjut dari penandatangan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dengan Sasol pada Desember 2009. Dimana waktu itu disepakati nilai proyek tersebut adalah USD10-15 miliar.

"Antara pemerintah dan Sasol sudah ditandatangani di Desember 2009," jelasnya.

Kemudian, setelah dilakukan penandatangan antara tiga perusahaan tersebut, Sasol akan melakukan feasibility study selama delapan bulan. Feasibilty study ini dilakukan untuk menentukan lokasi dari tempat pengolahan tersebut.

"Untuk menentukan apakah (tempat pengolahannya) di Kalimantan atau di Sumatera," ungkapnya.

Untuk proyek tersebut, Gita mengatakan diperlukan sebanyak 1,5 miliar ton batubara, yang akan menghasilkan minyak mentah sebanyak 70-80 ribu barel per hari coal to liquid (ctl). "Kalau feasibility study-nya delapan bulan, paling 2012 sudah bisa produksi," tambahnya.

Pasokan batubara akan disediakan oleh PTBA dan Pertamina akan mengambil (offtaker) minyak mentah hasil produksinya tersebut. "Pertaminakan perlu minyaknya," imbuhnya.

PTBA pun sudah menyanggupi untuk menyediakan batubara yang diperlukan untuk proyek tersebut. "Kan mereka (PTBA) masih punya konsensi yang belum tereksploitasi," tukas Gita. (wdi)
(Desy Aritonang/Trijaya/rhs)
TWITTER »
twit