Petugas Pajak Jerman Kejar Nasabah Credit Suisse

Sabtu, 20 Maret 2010 16:05 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
BERLIN - Lebih dari 1.000 orang kaya Jerman yang memiliki rekening di bank Swiss, Credit Suisse, terkejut saat mengetahui bahwa mereka sedang disidik oleh petugas pajak. Mereka baru menyadari kalau sedang diinvestigasi oleh petugas pajak saat menemukan nama mereka dalam CD tentang pengemplang pajak.

"Penuntut umum telah melakukan investigasi atas 1.100 nasabah dan pegawai Credit Suisse," kata Juru Bicara Penuntut Umum Dirk Negenborn di Duesseldorf seperti dikutip dari AFP, Sabtu (20/3/2010).

Dia menjelaskan, total utang pajak para pengemplang ini masih dihitung. Tapi, berdasarkan beberapa sumber di Kantor Pajak Jerman total utang pajak diperkirakan mencapai 400 juta euro.

Pihak yang berwenang di Jerman yakin bisa menangkap para pengembang pajak ini dalam waktu yang tidak lama. Para pengembang pajak ini diantaranya orang kaya Jerman yang ebrada di beberapa Negara bagian, termasuk Bavaria dan Baden-Wuerttemberg di wilayah selatan Jerman.

"Credit Suisse tidak akan mengonfirmasikan atau berkomentar mengenai informasi seperti itu belum memiliki kontak resmi dengan pihak berwenang Jerman,"kata Marc Dosch, Juru Bicara Penuntut Umum lainnya.

Koran Frankfurter Rundschau melaporkan CD yang memuat data rahasia perbankan itu dijual kepada Negaa Bagian North Rhine-Westphalia. Februari lalu, Pemerintah Jerman membeli informasi rahasia yang memuat 1.500 dugaan pelanggaran pajak nasabah bank Swiss. Dari CD tersebut Pemerintah Jerman berhasil mengamankan 2,5 miliar euro uang pajak.

Pemerintahan Federal pimpinan Kanselir Angela Merkel telah memberikan persetujuan bagi North Rhine-Westphalia, pusat industri bersejarah Jerman, untuk membeli CD yang berisi informasi rahasia bank Swiss. Persetujuan telah dikeluarkan pada Februari lalu. Koran Sueddeutsche Zeitung melaporkan sekitar 10.000 wajib pajak telah mengakui pelanggaran mereka ke kantor pajak.

Namun, kebijakan pembelian ini memicu perdebatan di Jerman. Beberapa pihak mengatakan Pemerintah Jerman tidak seharusnya membeli data seputar rekening warga Negeri Panser di bank Swiss. Data ini harusnya dilaporkan dengan sukarela oleh bank-bank yang melayani warga Jerman.

Selain Jerman, Amerika Serikat (AS) juga melakukan hal serupa. UBS, yang merupakan bank Swiss, berada di kursi panas setelah dituduh Kantor Pajak AS membantu warga kaya Paman Sam menyembunyikan pajak. Akhirnya UBS menyetujui membuka data 4.450 nasabahnya. (wdi)
(Achmad Senoadi/Koran SI/rhs)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit