JAKARTA - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) menuturkan jika kontribusi penjualan Nestle hanya 0,2 persen dari total penjualan perseroan selama 2009.
Dengan minimnya kontribusi tersebut, menurut Wakil Direktur Utama SMAR Budi Wijana, langkah Nestle yang memutuskan hubungan dengan SMAR sebagai pemasok minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) tidak akan berpengaruh terhadap kondisi keuangan perseroan.
"Keputusan Nestle ini tidak akan menimbulkan dampak material terhadap kondisi keuangan perseroan karena nilainya tidak signifikan," kata Budi dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Sabtu (20/3/2010).
Dia juga menuturkan jika langkah Nestle memutuskan hubungan dengan perseroan untuk memasok CPO adalah karena laporan dari Greenpeace yang berisi tuduhan yang telah disampaikan, yakni kegiatan perkebunan kelapa sawit yang dilakukan SMAR tidak ramah lingkungan.
"Kami akan tetap melakukan dialog dengan Nestle dan mencari jalan dalam rangka verifikasi laporan Greenpeace," jelas dia.
Akan tetapi, Budi mengatakan pihaknya berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan perkebunan yang lestari. yakni sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia dan seuai dengan prinsip dari Roundtable and Sustaninable Palm Oil.
Pihaknya pun tetap percaya diri bahwa hasil produksinya akan tetap terserap, pasalnya hasil produknya memiliki pembeli yang siaga serta didukung dengan tingkat permintaan yang kuat dan terus berkembang baik dari pasar lokal maupun ekspor. (wdi)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.