Foto: Koran SI
JAKARTA - Pemerintah selama ini telah berupaya untuk mengatasi krisis pasokan gas ke industri. Upaya untuk mengatasi krisis itu, di antaranya dengan meningkatkan pasokan gas dari lapangan Singa di Lematang milik Medco EP.
Ternyata, pemikiran pemerintah tidak hanya sampai disitu saja, untuk memastikan kebutuhan gas industri bisa terpenuhi hingga akhir tahun, setelah pasokan dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Sehingga, pemerintah meminta PGN membatalkan pemangkasan pasokan gas sebesar 20 persen untuk sektor industri di dalam negeri.
"Kami tidak ingin industri kita tiba-tiba bermasalah karena pasokan gas berkurang, jadi pasokan buat mereka (industri) sudah terpecahkan," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, usai rapat koordinasi yang membahas tentang gas, di Menko Perekomian, Jakarta, Jumat (19/3/2010) malam.
Pasokan gas dari Lapangan Singa dimungkinkan karena lapangan tersebut akan beroperasi pada 2 April 2010.
”Lapangan Singa pada 2 April sudah onstream atau masuk,” ujar dia. Hatta menuturkan, saat ini pemerintah memrioritaskan gas untuk industri karena mempertimbangkan banyaknya pekerja di sektor tersebut. Adapun gas dari PHE ONWJ yang rencananya dialokasikan untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk saat ini sebagian dipasok ke PGN," ujar dia, untuk sementara akan menggunakan sumber energi lain.
”Untuk Muara Tawar itu kan dalam beberapa saat ini dia akan menggunakan BBM, tapi tidak terlalu lama kita harapkan,” ungkapnya.
Sementara itu pemerintah akan mempercepat pembangunan pipa dari Lapangan Kepodang di lepas pantai Laut Jawa untuk keperluan PLN.
Selain itu, pemerintah juga tengah melakukan pembicaraan dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tentang kemungkinan menambah pasokan ke PGN.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh mengatakan untuk memasok gas dari Lapangan Singa Lematang, Sumatera Utara, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), dan ConocoPhillips ke PGN. ”Insya Allah PGN tidak akan memangkas gas 20 persen ke sektor industri,” katanya.
Selain dihadiri Menteri ESDM, rakor yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa tersebut juga dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan, dan Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso.
Dijelaskan pula, pemerintah memutuskan untuk memasok gas dari Lapangan Singa Lematang, Sumatera Utara yang dikelola oleh Medco E&P, ConocoPhillips dan PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) ke PGN.
Sayangnya, Direktur Utama PT PGN (Persero), Hendi Prio Santoso yang ditemui di tempat yang sama enggan memberikan komentar soal pemenuhan kebutuhan gas PGN. "Saya tidak boleh ngomong, tanyakan saja ke Pak Hatta," kata Hendi. (wdi)
(rhs)