Getting time...

China Peringatkan AS Soal Sanksi Yuan

Wilda Asmarini - Okezone
Minggu, 21 Maret 2010 18:11 wib
Mata Uang Yuan. Foto: Corbis
Mata Uang Yuan. Foto: Corbis
BEIJING - Pemerintah China memperingatkan adanya kemungkinan membalas Amerika Serikat (AS) bila Negara Adidaya tersebut jadi memberlakukan sanksi perdagangan dan hukuman lainnya selama masa kebijakan nilai tukar yuan berlangsung.

"Kami tidak akan menutup mata," ujar Menteri Perdagangan China Chen Deming, menanggapi ancaman AS untuk mengenakan sanksi terhadap China, seperti dikutip dari AFP, Minggu (21/3/2010).

Chen juga menyangkal mata uang yuan telah diturunkan nilainya dan menuduh AS telah mempolitisasi kebijakan nilai mata uang ini. Sambutan Chen dalam forum ekonomi tertutup di Beijing menyusul tudingan Presiden AS Barack Obama yang menganggap China sebagai manipulator mata uang, merupakan suatu langkah yang dapat memicu hukuman berat.

Menteri Keuangan AS Timothy Geithner harus memberikan putusan tepat mengenai masalah ini pada bulan depan. Pemerintah China sendiri secara efektif telah mematok nilai tukar yuan terhadap dolar AS sejak pertengahan 2008.

Sejumlah kritikus mengatakan, kebijakan ini dilakukan guna menjaga nilai mata uang tetap rendah, membuat ekspor lebih murah dan dengan demikian lebih kompetitif di pasar luar negeri.

China selaku eksportir terbesar di dunia ini telah berulang kali membela kebijakan nilai tukar yang diperlukan untuk kelangsungan hidup produsen dan mendukung pertumbuhan dunia kerja dalam perekonomian.

Sementara itu, Perdana Menteri Cina Wen Jiabao juga menegaskan Pemerintah China tidak akan mengubah kebijakan nilai tukar mata uang yuan. "Kami menentang aksi saling tuding antarnegara atau tindakan memaksa negara lain untuk menghargai mata uang mereka," katanya kepada wartawan pada akhir sesi tahunan Parlemen China.

Namun, di tengah ketegangan antara China dan AS tersebut, Wakil Menteri Perdagangan China Zhong Shan direncanakan berkunjung ke Washington, AS, pada 24-26 Maret mendatang. Zhong dikabarkan akan bertemu anggota parlemen dan pejabat AS di kantor Departemen Perdagangan AS dan Departemen Keuangan AS.

"Kunjungan ini merupakan upaya untuk berkonsultasi dan bertukar pikiran mengenai neraca perdagangan Sino-AS, adanya gesekan perdagangan dan terkait masalah perdagangan lainnya," jelas pihak Departemen Perdagangan China. (ade)
TWITTER »
twit