Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Presiden Direktur PT Recapital Advisors Rosan Perkasa Roeslani menegaskan pembelian bank dan right issue PT Bank Eksekutif Internasional Tbk (BEKS), merupakan satu kesatuan dalam rangka penyehatan dan akuisisi Bank Eksekutif.
"Pembelian bank dan right issue adalah satu kesatuan dalam rangka penyehatan dan akuisisi Bank Eksekutif," ujar Rosan melalui pesan singkatnya kepada okezone di Jakarta, Minggu (21/3/2010).
Dalam pesan singkatnya tersebut, terkesan Rosan tidak membenarkan dan juga tidak menyangkal saat dikonfirmasi tentang beredarnya kabar pembatalan rencana akuisisi Recapital terhadap 79,26 persen saham Bank Eksekutif.
Sebelumnya, beredar kabar pembatalan akuisisi Grup Recapital terhadap 79,26 persen saham Bank Eksekutif ini dikarenakan Recapital mengalihkan rencana akuisisi, menjadi pembeli siaga (standby buyer) penerbitan saham baru (right issue) BEKS sekira Rp300 miliar-Rp500 miliar guna memperbaiki rasio kecukupan modal perseroan.
Saat konferensi pers Jumat akhir pekan lalu, Direktur Utama Bank Eksekutif Gandhi Ganda Putra mengatakan optimistis untuk bisa menambah CAR perseroan dari 10,8 persen menjadi 20 persen.
"Kita akan proses ke Bapepam-LK dan BI dulu atas rencana right issue sebelum Mei sekira Rp300 miliar-Rp500 miliar, ya masih dihitung-hitung lah untuk dua atau tiga bulan ke depan sebagai opsi jika investor belum masuk dan bisa menambah CAR dari 10,8 persen, bisa jadi 18 atau 20 persen lho," ujar Gandhi.
Beberapa waktu lalu Bank Indonesia (BI) menyampaikan tiga hal yang harus dilakukan Bank Eksekutif untuk bisa keluar dari pengawasan intensif BI. Ketiga aksi ini antara lain, memperbaiki rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) dan mencari investor baru dan melakukan restrukturisasi kepengurusan.
Selain itu, BI memberikan batas waktu sampai 31 Mei 2010 kepada Bank Eksekutif untuk mencari investor baru. (ade)