Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2010, ITMG Genjot Produksi Batu Bara 23 Juta Ton

Widi Agustian , Jurnalis-Senin, 22 Maret 2010 |16:01 WIB
2010, ITMG Genjot Produksi Batu Bara 23 Juta Ton
Batu Bara. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mematok produksi batu bara sebanyak 23 juta ton pada 2010. Angka ini naik sebanyak 7,48 persen jika dibandingkan dengan realiasi produksi batu bara pada 2009 yang sebanyak 21,4 juta ton.

"ITMG merencankaan total produksi pada 2010 sejumlah 23 juta ton batu bara," jelas Direktur ITMG Pongsak Thongampai dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/3/2010).

Untuk itu, dilanjutkannya jika pihaknya merencanakan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD100 juta pada 2010 ini. Capex tersebut akan dipergunakan perseroan untuk melanjutkan pembangunan di Trubaindo, Indominco East Block, Kitadin Embalut, dan Tandung Mayang serta untuk Bharinto.

Sementara untuk Jorong, dijelaskannya hingga saat ini masih belum beroprasi karena menunggu diterbitkannya perpanjangan izin pinjam pakai dari Kementerian Kehutanan.

Untuk menggenjot produksinya, selain rencana organik yang membutuhkan capex sebesar USD100 juta tersebut, perseroan juga masih memiliki rencana untuk akuisisi. "Total belanja modal yang sekira USD100 juta belum termasuk untuk rencana akuisisi di Indonesia jika ITMG berhasil mendapatkan target akuisisinya," papar dia.

Hingga saat ini, perseroan masih dalam proses menjajaki beberapa target akuisisi di daerah Kalimantan, di mana pihaknya mencari perusahaan yang bisa memberikan tambahan kapasitas sebesar 3 juta-5 juta ton batu bara per tahun. "Sumber pendanaan dapat dari kas internal yang ada seperti dari dana IPO," tambah dia.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement