Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PTPN VI Akan Dirikan Perusahaan Patungan Rp430 M

Candra Setya Santoso , Jurnalis-Senin, 22 Maret 2010 |15:45 WIB
PTPN VI Akan Dirikan Perusahaan Patungan Rp430 M
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

CIKAMPEK - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VI merencanakan akan mendirikan perusahaan patungan yang difokuskan untuk mengelola hutan tanaman industri (HTI) senilai Rp430 miliar.

Perusahaan konsorsium ini rencananya akan melibatkan PTPN VI, PTPN VIII, PTPN XII, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

"Kita akan bangun perusahaan konsorsium senilai Rp430 miliar untuk mengelola HTI. Nantinya, ini akan bertempat di Serolang, Jambi," ujar Direktur Produksi PTPN VI Rafendi Sibagariang di sela Rapat Kerja Kedeputian Bidang Agro Industri, Kehutanan, Kertas, Percetakan dan Penerbitan, di pabrik Pupuk Kujang, Cikampek, Senin (22/3/2010).

Adapun untuk PTPN VI, lanjut Rafendi, akan memiliki porsi saham terbesar pada perusahaan patungan tersebut, yakni sebanyak 45 persen. "Sementara PTPN XII sebesar 20 persen, sedangkan PTPN VIII dan RNI masing- masing 15 persen. Sehingga, adil dalam hal pembagian profit," ujar Rafendi.

Nantinya akan mengikuti skema kepemilikan saham. Untuk keperluan HTI yang menitikberatkan pada tanaman karet ini, Rafendi menyebutkan dibutuhkan lahan seluas 10.385 hektare (Ha).

Sebagai tahap awal, dia mengungkapkan hanya akan dikelola seluas 1.500 Ha terlebih dahulu. Lalu, dalam empat tahun ke depan semua lahan akan dikelola secara utuh.

"HTI karet ini akan menjadi pilot project kita. Jika berhasil dikembangkan di Jambi, maka tidak tertutup kemungkinan untuk dikembangkan di provinsi lainnya. Apalagi ini berpotensi sekali," pungkas Rafendi.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement