Foto: Koran SI
JAKARTA - PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL/Latinusa) optimistis pertumbuhan kinerja keuangannya pada kuartal I-2010 jauh lebih bagus daripada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sekira Rp30 miliar untuk laba bersihnya.
"Budget laba bersih kita kuartal I-2010 adalah Rp31,2 miliar, itu hampir sama dengan budget satu tahun untuk 2009 lalu," kata Direktur Utama NIKL Ardhiman TA usai RUPST, di Hotel Gren Melia, Jakarta, Rabu (24/3/2010).
Sementara itu, untuk full year 2010, dia mem-budget-kan laba bersih sebesar Rp91 miliar. "Dan sejauh ini kita sudah on track," tegas dia.
Sementara untuk target pendapatan, dikatakannya sebesar Rp1,5 triliun-Rp1,6 triliun. "Karena industrinya sekarang ini sedang bagus. Fundamental ekonomi 2010 juga bagus, mestinya 2010 akan achivable," ucapnya.
Walau demikian, Direktur Keuangan NIKL, Erwin menuturkan akan ada sedikit hambatan dari kenaikan harga bahan baku bijih besi. Diperkirakan, harga produksi tine plat perseroan akan mengalami kenaikan pada 2010 ini. "Itu akan menimbulkan kenaikan dari harga rata-rata tine plate yang sebesar Rp13 juta per ton pada 2010," papar Erwin.
Hingga kuartal I-2010 ini, dijelaskan jika pihaknya telah mengamankan kontrak untuk penjualan sebanyak 80 ribu ton tine plate. Jumlah ini melonjak cukup signifikan jika dibandingkan dengan kuartal I-2009 yang tidak lebih dari 20 ribu ton.
Perseroan juga menargetkan untuk memperluas pangsa pasar hingga mencapai 63 persen di 2010 ini, di mana pangsa pasar NIKL pada 2009 sebesar 55 persen.
Sekadar mengingatkan, pada 14 Desember 2009 lalu perseroan melakukan listing di Bursa Efek Indonesia dengan dana yang dihasilkan sebesar Rp164 miliar. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas pabrik.
"Kita belum menggunakan satu rupiah pun dana dari IPO. Untuk meningkatkan kapasitas, 3-4 bulan pertama ada tender, dan ada barang (alat) yang harus kita beli memakan waktu 11-12 bulan. Baru instalmen pada bulan ke 15-16 selanjutnya," tukas dia. (ade)