>

Kisruh Politik Ganggu Iklim Investasi di Indonesia

Kamis, 25 Maret 2010 - 14:15 wib | Arif Sinaga - Trijaya

foto: Astra Bonardo/Koran SI

Kisruh Politik Ganggu Iklim Investasi di Indonesia
JAKARTA - Tidak seperti perkiraan tahun sebelumnya, para ekonom, lembaga keuangan, dan analis asing memprediksi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih tinggi dari perkiraan pemerintah.

Namun Ekonom Senior Christianto Wibisono justru mengkhawatirkan kisruh politik yang marak belakangan ini akan berdampak negatif terhadap target pertumbuhan serta bisa mengganggu iklim investasi.

"Kenyataannya sekarang para investor sulit menerjemahkan antara kemauan politik pemerintah dengan kenyataan poltik di lapangan. Jadi ada gap (kesenjangan) antara pidato dan realitasnya," kata Christianto, di sela acara Indonesia Summit: Indonesia and the World in 2010, di Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis (25/3/2010).

Chairman pada Global Nexus Institute ini mengatakan pengamat dan lembaga asing sepertinya lebih optimistis melihat prospek ekonomi makro-Indonesia dibandingkan domestik. "Kenyataannya pertumbuhan ekonomi kita memang salah satu yang bisa tumbuh positif bersama India dan China," kata Christianto.

Kendati demikian dari sisi ekonomi mikro, dia mengakui masih adanya hambatan di antaranya izin usaha berinvestasi yang masih lama dan berbelit. "Izin usaha kita 50 hari bandingkan dengan Singapura 1x24 jam. Bagaimana mau bersaing. Itu tantangan bagi kita mereformasi birokrasi," papar dia.

Menurut dia target pertumbuhan ekonomi 5-6 persen bisa dicapai tahun ini asalkan pemerintah tidak diganggu terus dengan berbagai kisruh politik dan hukum yang beredar saat ini.

"Kalau diganggu terus pemerintah tidak bisa bekerja. Sebetulnya tidak ada gunanya mengganggu pemerintahan Pak SBY. Tunggulah sampai 2014. Kalau ada gangguan terus menerus akan berdampak pada kepercayaan investor," ujar Christianto.

Ibarat bermain sepakbola, Christianto mengatakan pertandingan harus selesai 2x45 menit sebab kalau dibubarkan sebelum pertandingan usai maka itu dikatakan tidak etis. "Itu namanya penyakit main bola. Main bola yah sepakat harus selesai 2x45 menit," pungkasnya. (ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Akhir Tahun, IHSG Diperkirakan ke Level 5.300