Getting time...

SBY: Awasi Aliran Investasi Hot Money!

Insaf Albert Tarigan - Okezone
Kamis, 25 Maret 2010 15:01 wib
Foto: Corbis
Foto: Corbis
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar seluruh jajaran pemerintah memerhatikan aliran investasi dalam bentuk hot money yang masuk ke Indonesia.

Ini dikarenakan investasi jangka pendek itu bisa saja ditarik sewaktu-waktu seiring perkembangan politik dalam negeri, sehingga menimbulkan goncangan. Hal itu dikatakan Presiden dalam rapat kabinet terbatas bidang kesejahteraan rakyat di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (25/3/2010).

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring usai rapat mengatakan, dalam rapat terbatas itu Presiden menyebut laju aliran hot money ke Indonesia belakangan ini cukup tinggi.

Meskipun, dia tidak menyebutkan angkanya secara detail. Hal itu, antara lain disebabkan oleh stabilnya sistem perekonomian kendati ada gonjang-ganjing politik akibat kasus Bank Century.

Kestabilan ekonomi itu, kata Tifatul, antara lain diindikasikan oleh penguatan nilai tukar rupiah menjadi Rp9100 per USD. "Ini akan menguntungkan bagi kita dalam neraca pembayaran dan subsidi," ujarnya.

Dia menambahkan, indikator positif ini akan terus dijaga dan ditingkatkan pemerintah agar target pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen pada 2014 dapat tercapai. Seiring dengan itu, tingkat kemiskinan diharapkan turun sebesar delapan persen dan pengangguran ditekan 5-6 persen.

Selain itu, sambung Tifatul, Presiden menyinggung daerah-daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah. Presiden tidak ingin uang rakyat yang terhimpun dalam APBD disalahgunakan oleh calon-calon yang bertarung dalam Pilkada.

"APBD jangan sampai menguap atau masuk ke kantong pribadi. Jangan sampai pegawai negeri juga dilibatkan, sekretaris daerah jangan ikut berpolitik," tandas Tifatul. (ade)
TWITTER »
twit