JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah selama sepekan ke depan diprediksi bergerak stabil dengan kecenderungan menguat di level Rp9.100an.
"Untuk minggu ke-5 ini, pergerakan rupiah masih akan stabil dengan kecenderungan menguat didorong oleh kemungkinan deflasi pada bulan Maret 2010 dan pelemahan USD atas euro terkait dengan pemberian pinjaman kepada Yunani. Kami perkirakan IDR berkisar antara Rp9.100 s.d Rp9.130 per USD selama sepekan ke depannya," ungkap ungkap analis Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih dalam buletin yang dipublikasikan Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Senin (29/3/2010).
Nilai tukar rupiah bergerak relatif stabil disepanjang minggu dalam kisaran Rp9.115 sampai dengan Rp9.130 per USD (kurs tengah Bloomberg). Pergerakan rupiah masih bergerak searah dengan pergerakan mata uang Asia lainnya. Penguatan USD atas mata uang euro berdampak pada sedikit pelemahan pada mata uang Asia.
Pergerakan IDR ini juga cenderung searah dengan pergerakan indeks. Masuknya modal asing ke Indonesia menggerakan baik IDR maupun IHSG. IHSG ditutup naik ke 2.813,08, all time high sejak tertinggi sebelumnya di 2.830,26 pada 9 Januari 2008 lalu, mengikuti kenaikan pada bursa Asia lainnya.
Sementara itu harga minyak mentah WTI sedikit turun ke USD80 per barel. "Penurunan ini menjadi potensi penurunan indeks Asia pada perdagangan hari ini," katanya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.