Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pupuk Kaltim Tunda Proyek Konversi Batu Bara

Sandra Karina , Jurnalis-Jum'at, 02 April 2010 |17:03 WIB
Pupuk Kaltim Tunda Proyek Konversi Batu Bara
Batu Bara. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - PT Pupuk Kalimantan Timur menunda kelanjutan proyek konversi energi dari gas ke batu bara di Bontang, yang sudah dijajaki sejak 2009 dengan Mitsubishi Group. Karena kerja sama senilai USD500 juta ini, dinilai tidak ekonomis.

"Hasil studi proyek dengan Mitsubishi ini ternyata belum bagus. Pertama, investasinya terlalu besar. Kedua, perbandingan antara harga gas dan batu bara tidak cocok. Kalau harga gasnya rendah sementara harga batu baranya tinggi, industri pupuk lebih prefer memakai gas,” kata Direktur Utama PKT Hidayat Nyakman di Jakarta, Jumat (2/4/2010).

Hidayat menilai, proyek ini bisa ekonomis, apabila harga batu bara lebih rendah 20 persen dibandingkan dengan harga saat ini. Akan tetapi, harga batu bara berkalori rendah sangat mahal yakni USD40 per ton, sedangkan harga gas alam hanya USD8 per juta Btu (British thermal unit).

Agar proyek ini bisa berlanjut, kata dia, harga batu bara berkalori rendah seharusnya seharga USD25-USD30 per ton, dan untuk harga gas yakni USD7-USD8 per juta Btu. “Kerja sama ini belum bisa berlanjut karena, input dengan batu bara lebih besar sehingga output-nya yakni produk pupuk semakin mahal,” imbuhnya.

Hidayat menjelaskan, aplikasi teknologi konversi batu bara masih sangat mahal. “Ke depannya, kerja sama ini tetap kami prioritaskan, mengingat pasokan gas semakin menipis sedangkan pasokan batu bara masih melimpah. Apalagi, jika aplikasi teknologi konversi batu bara sudah berkembang,” paparnya.

Hidayat menambahkan, Mitsubishi memilih lokasi di Bontang, karena daerah tersebut menjadi salah satu sumber produksi batu bara terbesar di Indonesia.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement