Getting time...

Ancora Target Rampungkan Akuisisi Akhir 2010

Widi Agustian - Okezone
Selasa, 6 April 2010 14:50 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) menargetkan akuisisi tambang batu baranya rampung pada akhir 2010 ini. Dengan demikian, tambang tersebut dapat berkontribusi bagi perseroan paling tidak pada kuartal II-2011.

"Akuisisi memang diharapkan tahun ini selesai. Kami sedang mencapai tambang yang cukup signifikan, dengan reserve (kapasitas) antara 30-50 juta ton," kata Presiden Direktur OKAS Dharma Djojonegoro dalam paparan publik di Jakarta, Selasa (6/4/2010).

Saat ini, akuisisi sedang memasuki tahap proses due dilligence. Ada beberapa lokasi dan perusahaan tambang batu bara yang tengah diincar, dengan lokasi bidikan di Sumatera dan Kalimantan Timur. "Yang penting reserve dan kemudahan pengeluaran batu bara atau logistical, itu jadi pertimbangan perseroan," tambah dia.

Walau belum menyebutkan nilai akuisisi tersebut, pihaknya menginginkan pinjaman dari pihak perbankan bisa membiayai akusisinya tersebut. "Nantinya dana akuisisi akan dimaksimalkan dari pinjaman bank. Idealnya sih 70:30 (bank dan internal), tapi kita inginnya semua dari bank," ujar Diruktur Keuangan OKAS Meliza Musa.

Sebelumnya, pada 2009 OKAS membukukan penjualan bersih meningkat sebesar 28 persen menjadi Rp1,3 triliun pada 2009. Peningkatan penjualan itu mendongkrak laba bersih sebesar 15 persen menjadi hanya Rp18,7 miliar. Peningkatan ini merupakan kontribusi kinerja dua anak perusahaan, yaitu PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) dan PT Bormindo Nusantara (MNK).

MNK melakukan penjualan Amonium Nitrat sepanjang 2009 sebanyak 194 262 metrik ton. Penjualan terdiri dari hasil produksi sekira 18 persen atau 36 ribu metrik ton dan sisanya berupa impor sebanyak 82 persen. "Meskipun pabrik hanya memproduksi 18 persen tapi memberikan kontribusi sebanyak 60 persen kepada laba kotor perseroan," ujarnya.

Sedangkan BN, sambung dia, membukukan kenaikan laba usaha akibat peningkatan utilisasi rig sebesar 84,17 persen. Pada 2008, utilisasi rig Bormindo hanya 76,7 persen.

Selain itu, jumlah aset perseoran meningkat sebesar 56 persen dari Rp643,6 miliar di 2008 menjadi Rp1.005,9 miliar di 2009. Sedangkan jumlah ekuitas perusahaan meningkat sebesar 11 persen yaitu dari Rp126,5 miliar di 2008 menjadi Rp139,8 miliar di 2009. (ade)
TWITTER »
twit