Getting time...

Bank Sentral Korsel Naikkan Proyeksi Pertumbuhan

Senin, 12 April 2010 12:37 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
SEOUL - Bank Sentral Korea Selatan kemarin menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi negara itu menjadi 5,2 persen pada 2010.

Jika terpenuhi, angka pertumbuhan tersebut merupakan yang tercepat dalam empat tahun didorong menguatnya ekspor dan membaiknya permintaan domestik.

Proyeksi terbaru Bank Sentral Korea Selatan lebih baik dibanding ramalan sebelumnya pada akhir Desember lalu yakni 4,6 persen. Proyeksi tersebut juga lebih optimistis dibanding ramalan Kementerian Keuangan sebesar lima persen. Asal diketahui, pertumbuhan ekonomi Korsel sepanjang 2009 tercatat hanya 0,2 persen.

“Seiring dengan pemulihan ekonomi global yang lebih cepat dari harapan, ekspor dan permintaan domestik telah terus membaik. Ini mendorong bank sentral untuk merevisi proyeksi pertumbuhan,” kata Direktur Riset Bank Sentral Korea Selatan Lee Sang-Woo, dilansir dari AFP, Senin (12/4/2010).

Menurut Bank Sentral Korsel, membaiknya ekonomi Negeri Ginseng itu akan didukung dengan peningkatan ekspor hingga 11,9 persen pada tahun ini, naik dari ramalan sebelumnya 9,3 persen. Sedangkan sektor belanja perusahaan diperkirakan naik empat persen, lebih baik dibanding proyeksi sebelumnya 3,6 persen.

Berdasarkan sektornya, peningkatan aktivitas ekonomi diperkirakan di bidang konstruksi dengan penambahan investasi 2,5 persen, dan belanja modal naik 13,4 persen. Sementara tingkat inflasi ditargetkan di kisaran 2,6 persen.

Bank Sentral Korsel juga memprediksi eskpor akan mengalami surplus sebesar USD10,5 miliar, turun dari USD17 miliar akibat tingginya impor.

“Ekspor kuartal pertama tumbuh lebih cepat dibanding harapan dan tingkat persediaan perusahaan menguat sehingga mendorong pertumbuhan. Kami perkirakan pertumbuhan kuartalan bisa mencapai 1,6 persen,” kata Lee.

Guna mendukung pemulihan ekonomi, pekan lalu Bank Sentral Korsel juga mengumumkan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan di rekor terendah dua persen. Level tersebut sudah bertahan selama 14 bulan terakhir.

”Kenaikan suku bunga akan bergantung pada iklim usaha sektor swasta yang bisa bertahan dan pulih dengan sendirinya,” kata Gubernur Bank Sentral Korsel Kim Choong-Soo. (Yanto Kusdiantono/Koran SI/ade)
TWITTER »
twit